Liputan Khusus

Kasus Bupati Salim Seret Pejabat Rembang

Belum tentu, bisa jadi akan ada tersangka lain

Kasus Bupati Salim Seret Pejabat Rembang
Tribun Jateng/Adi Prianggoro
Moch Salim

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bupati Rembang, Moch Salim, 'menyeret' sejumlah anak buahnya dalam dugaan korupsi APBD 2006-2007 pada pos penyertaan modal untuk PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ).

Setelah menetapkan Salim sebagai tersangka, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng membidik para pejabat Pemkab Rembang.

Penyidik Polda kini sudah menetapkan mantan Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Rembang, Waluyo, yang kini menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, sebagai tersangka. "Waluyo sudah kami tetapkan sebagai tersangka," kata Kasubdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Jateng, Kompol Agus Setyawan, Sabtu (23/11/2013).

Dia menjelaskan, penetapan Waluyo sebagai tersangka setelah penyidik kepolisian menerima petunjuk dari kejaksaan.

Menurutnya, Waluyo yang pernah menjabat Kabag Perekonomian berperan sebagai pejabat yang bertanda tangan bila ada pengeluaran uang milik Pemkab Rembang. Ketika proses dugaan korupsi terjadi di lingkungan Pemkab Rembang, Waluyo lah yang menandatangani persetujuan uang keluar.

"Padahal saat itu uang yang dipakai untuk penyertaan modal ke PT RBSJ adalah dana tak tersangka yang ada aturan pemakaiannya sendiri, misalnya untuk dana penanggulangan bencana. Nah, Waluyo justru menandatangani uang keluar dari dana tak tersangka itu untuk kepentingan lain. Waluyo telah menyetujuinya, artinya dia terlibat dalam kasus dugaan korupsi ini," tandas Agus.

Agus menambahkan, penyidik hingga saat ini belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap Waluyo. Penyidik baru memintai keterangan sejumlah saksi, beberapa saksi di antaranya diperiksa di Pemkab Rembang. Waluyo dijerat pasal 55 KUHP tentang turut serta melakukan tindak pidana dan Undang-Undang Korupsi Pasal 2 dan Pasal 3.

Lalu, apakah kasus korupsi penyertaan modal yang merugikan negara Rp 5,5 miliar ini akan berhenti pada Salim dan Waluyo saja?

"Belum tentu, bisa jadi akan ada tersangka lain. Kalau nanti hasil pemeriksaan terhadap Waluyo menyebutkan ada indikasi pelaku lain maka tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Kasus korupsi itu dilakukan secara bersama-sama, tidak bisa berdiri sendiri," tegas Agus.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng, Kombes Djoko Poerbo Hadijojo mengungkapkan, surat perintah penahanan terhadap Salim sudah dikirimkan dan diterima oleh Presiden lewat Sekretariat Negara pada 1 November 2013.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: agung yulianto
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help