KRI USMAN HARUN

Singapura Terima Permintaan Maaf Moeldoko, Nama KRI Usman Harun Tak Diganti

Singapura menerima permintaan maaf Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Namun TNI tak akan pernah mengganti nama KRI Usman Harun.

Singapura Terima Permintaan Maaf Moeldoko, Nama KRI Usman Harun Tak Diganti
Istimewa
Kapal Perang Republik Indonesia KRI Usman Harun. Jenis Kapal Perang Multi Role Light Frigate Buatan Inggris

TRIBUNJATENG.COM- Singapura hari Rabu (16/04) menyambut baik permintaan maaf Panglima TNI Moeldoko atas penamaan kapal perang Indonesia yang menggunakan nama dua marinir yang ditugaskan meledakkan bom di Singapura tahun 1965.

Februari silam, Singapura marah besar begitu mengetahui Indonesia menamakan kapal perang KRI Usman Harun. Selain itu, Singapura mengajukan keluhan diplomatik dengan Indonesia dan melarang kapal tersebut berada di pelabuhan dan pangkalan angkatan laut Singapura.

Ketegangan makin meningkat Maret lalu, setelah dua orang Indonesia berpakaian sebagai Usman dan Harun dalam sebuah pameran pertahanan di Jakarta.

"Sekali lagi saya minta maaf. Kami tidak punya niat buruk apapun untuk membangkitkan emosi negatif. Tidak sama sekali," kata Moeldoko hari Selasa dalam sebuah wawancara dengan televisi Channel NewsAsia (15/04).

Namun Moeldoko menegaskan kapal tersebut tidak akan diganti namanya.  Moeldoko juga menambahkan Indonesia tidak berpikir 'Usman Harun' akhirnya akan berubah menjadi polemik.

"Ini adalah tanggung jawab saya sebagai panglima angkatan bersenjata Indonesia untuk menawarkan klarifikasi dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan situasi tidak memburuk," ujar Moeldoko.

Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen menyambut baik permintaan maaf tersebut dan mengatakan itu adalah "sikap konstruktif untuk meningkatkan hubungan pertahanan bilateral".

Ini akan "memperkuat rasa saling pengertian dan persahabatan yang telah dibangun selama beberapa dekade," ungkapnya dalam sebuah pernyataan.

Usman Haji Mohamed Ali dan Harun  dieksekusi di Singapura karena peran mereka Maret 1965 dalam sebuah ledakan di kompleks perkantoran di pusat kota Singapura yang menewaskan tiga orang dan melukai 33 orang.  Serangan mereka adalah bagian dari Ganyang Malaysia jaman Presiden Soekarno untuk menggelar sebuah konfrontasi bersenjata terhadap federasi yang baru terbentuk saat itu yakni Malaysia dimana Singapura juga bergabung. Indonesia menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Usman dan Harun.   (bbc)

Editor: iswidodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved