Gaji Nunggak, Litvinov Pemain Bola Rusia Jualan Jus di Solo

Gaji Nunggak Rp 124 juta, Litvinov pemain bola Rusia jualan jus di Serengan Solo untuk menyambung hidup.

Gaji Nunggak, Litvinov Pemain Bola Rusia Jualan Jus di Solo
kompas.com
Gaji Nunggak, Litvinov Pemain Bola Rusia Jualan Jus di Solo. Dia pemain PSLS Lhoksumawe Aceh 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO- Pemain bola tampak garang dan kokoh di lapangan. Namun jika dapur tidak mengepul, mereka pun ogah-ogahan mengejar bola. Beberapa pemain asing maupun lokal sering mengalami kesulitan ekonomi ketika gaji mereka tak kunjung dibayar oleh timnya. Ada sebagian pemain cepat ambil keputusan pindah ke klub lain yang lebih menjanjikan namun ada juga pemain yang bertahan di klub lama sambil menunggu gaji dibayarkan.

Seperti yang dialami Sergei Litvinov (27) pemain asing asal Rusia bergabung dengan klub PSLS Lhoksumawe di Provinsi Aceh Darusslam. Dia kini terlunta-lunta lantaran gajinya selama 3 bulan belum dibayar, ada sekitar Rp 124 juta tertahan. Untuk menyambung hidup, Sergei Litvinov bekerja di warung jus untuk bertahan hidup di kawasan Serengan, Solo Jateng.

Dia sebelumnya main di back PSLS Lhoksumawe musim 2013/2014 lalu di ajang Indonesia Premier League. Pemain bernama lengkap Alexandrovich Litvinov mengaku selama enam bulan dirinya belum mendapatkan gaji dari klubnya tersebut. Sekitar Rp 124 juta masih dinanti oleh Sergei.

“Awal musim semua baik baik saja, namun setelah itu tidak ada gaji, klub minta main dulu, nanti gaji akan dibayar,” kata Sergei kepada Kompas.com, Sabtu (7/6/2014). Kekesalan Sergei terhadap janji palsu klub membuat Sergei memilih pergi ke Solo. Selain ada beberapa teman tinggal di Solo juga dirinya mempunyai kenangan di Kota Bengawan saat membela Solo FC pada beberapa musim yang lalu.

Namun, Sergei masih menunggu gajinya dari PSLS Lhoksumawe karena dirinya ingin pulang ke negaranya dan berkumpul bersama anak dan isteri tercintanya. Dirinya enggan bernasib seperti mendiang Diego Mendieta, pemain asing asal Paraguay, yang meninggal karena tidak ada biaya untuk berobat karena gajinya tak kunjung diberikan.

“Saya tidak mau mati kaya Mendieta. Dan sepakbola Indonesia tidak akan pernah maju dan kalah dari negara lain apabila masih seperti ini,” katanya. Dia pun kini nyambi jualan jus di Serengan untuk menyambung hidup. Sergei Litvinov pernah bergabung dengan tim  FC LLuch-Energiya Vladivostok, FC Okean Nakhodka, Solo FC, dan Persikab Bandung. (*)

Editor: iswidodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved