DPR 2014 Dilantik

Catatan Kaki Jodhi Yudono: Alangkah Kreatifnya Bangsaku

Rasanya tak ada bangsa yang sekreatif bangsa kita, baik dalam soal seni, teknologi, politik, maupun yang bersifat iseng.

Catatan Kaki Jodhi Yudono: Alangkah Kreatifnya Bangsaku
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Anggota DPR-RI memberikan selamat kepada Ketua DPR-RI Setya Novanto (tengah) bersama empat wakil ketua Fahri Hamzah dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Fadli Zon dari Fraksi Partai Gerindra, Agus Hermanto dari Fraksi Partai Demokrat, Taufik Kurniawan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (kiri ke kanan) memimpin sidang paripurna seusai dilantik, di Gedung Rapat Paripurna Nusantara II DPR-RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10/2014).

Rasanya tak ada bangsa yang sekreatif bangsa kita, baik dalam soal seni, teknologi, politik, maupun yang bersifat iseng.

Dalam soal seni, karya-karya seni kita sudah diakui oleh dunia. Sebut saja, batik, keris, Candi Borobudur. Kita juga memiliki nama-nama kreator yang mendunia sejak zaman dulu, sebut saja Raden Saleh, Affandi, hingga yang mutakhir adalah pianis Ananda Sukarlan.

Dalam soal teknologi, siswa-siswa usia SLTA kita juga sudah banyak yang pandai membuat mobil atau piranti teknologi lainnya. Tetangga saya di desa di kawasan Wangon, Banyumas, hanya berbekal peralatan sederhana, mampu mengubah mesin slep padi menjadi mobil-mobil berbentuk kereta yang kini mulai menjamur di berbagai tempat sebagai mobil wisata.

Dalam bidang politik....
Wah, daftar kreativitas kita bisa sangat panjang, terutama yang terjadi belakangan ini, yakni menjelang berakhirnya DPR periode 2009-2014 dan saat sidang paripurna untuk memilih pimpinan DPR.

Para anggota dewan periode 2009-2014, di akhir masa jabatannya, melakukan kreativitas yang tak ketulungan hebatnya. Bayangkanlah saudara, tradisi yang sudah menjadi fatsun politik, bisa diubah dengan begitu mudahnya. Ya, tradisi memberi jabatan ketua bagi pemenang Pemilu, diubah menjadi siapa saja bisa jadi ketua asal dipilih mayoritas anggota DPR. Kebanggaan sebagai pemenang Pemilu, atau sama artinya sebagai partai yang dipilih oleh paling banyak rakyat, bisa tak berarti apa-apa jika sang pemenang tak kreatif menjalin kongkalikong dengan partai lainnya.

Seperti yang terjadi kali ini, lantaran PDI Perjuangan tak kreatif, dengan memberi janji, misalnya akan memberi jabatan menteri atau privillage kepada parpol yang tidak sevisi, maka, kendati menjadi pemenang PEMILU dan pemenang presiden, PDIP bisa ditekikung di tikungan. Walhasil, PDIP pun tak beroleh jabatan strategis di DPR maupun MPR.

Dan hasil kreativitas tersebut menemukan muaranya pada rapat Paripurna DPR-RI tanggal 2 Oktober 2014 dini hari, yang dihadiri 555 anggota itu pun memunculkan susunan pimpinan DPR sebagai berikut:
Ketua DPR : Setya Novanto ( Fraksi Partai Golkar), dan empat Wakil Ketua:
Fadli Zon (Fraksi Partai Gerindra)
Agus Hermanto (Fraksi Partai Demokrat)
Fahri Hamzah (Fraksi PKS)
Taufik Kurniawan (Fraksi PAN)

Kreativitas itu pun terus berlanjut. Atas nama penghematan biaya dan ekses negatif lainnya,  Pilkada Bupati, Walikota dan Gubernur, dibikin tak langung, alias dipilih oleh DORD. Maka sistem Pilkada langsung sebagai produk reformasi 1998, pun berhasil diubah oleh DPR menjadi Pilkada tak langsung. Waktu sepuluh tahun menjadi mubazir dan kita pun kembali ke masa Orde Baru, di mana kekuasaan tertinggi untuk memilih bupati, walikota, gubernur, berada di tangan DPRD.

Maka kita pun seperti memutar kembali film sejarah politik negeri ini. Kita menyaksikan kembali betapa para kepala daerah itu tak menghamba ke rakyat, melainkan menghamba kepada para anggota dewan. Rakyat menjadi hal yang tak begitu penting untuk diperhatikan, sebab, yang utama untuk diperhatikan adalah para anggota dewan yang terhormat. Merekalah yang harus diperhatikan, lahir dan batin.

Pilkada langsung maupun tak langsung memang masih bisa kita perdebatkan, tetapi bahwa kita sudah menghabiskan waktu sepuluh tahun untuk menguji Pilkada langsung, rasanya menjadi tergesa-gesa jika di akhir masa bakti DPR 2009-2014 mengubahnya menjadi Pilkada tak langsung.

Halaman
123
Editor: rustam aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved