SOSIAL MEDIA

KP2KKN Sayangkan Penangkapan Dua Aktivis LSM di Tegal

KP2KKN Sayangkan Penangkapan Dua Aktivis LSM di Tegal

KP2KKN Sayangkan Penangkapan Dua Aktivis LSM di Tegal
tribunjateng/WAHYU SULISTYAWAN
KRITIK DI FACEBOOK- Sebuah printout dari facebook Ketua LSM Humanis, Agus Slamet serta anggota LSM Amuk, Udin ditunjukkan saat gelar perkara kasus pencemaran nama baik di Reskrimsus Polda Jateng jalan Sukun, Kota Semarang, Jateng, Jumat (10/10/2014). 

Laporan Tribun Jateng, Yayan Isro Roziki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekretaris Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, Eko Haryanto,  prihatin terhadap penangkapan dua aktivis  LSM  di Tegal, kemarin.

Menurutnya, penangkapan ini sebagai bentuk upaya pemimpin daerah setempat untuk membungkam kritik.

"Pemimpin itu harus siap dikritik, tidak boleh cepat panas telinganya," ujar Eko, Jumat (10/10).
Dia menilai, model kepemimpinan Masitha yang anti kritik ini seperti model pemerintahan era Orde Baru. Disampaikan, seharusnya pimpinan daerah tersebut menjawab kritik melalui kinerja yang baik, dan program pro-rakyat.

"Kritik-kritik sepedas apa pun, harusnya dijawab dengan kinerja yang baik, bukan dengan cara seperti ini," ucapnya.

Lebih lanjut disampaikannya, terlebih yang digunakan untuk menjerat dua aktivis itu adalah UU ITE. Menurutnya, banyak pasal jebakan dalam undang-undang tersebut.

"KP2KKN dan teman-teman yang lain siap mem-back up. Asal, yang mereka kritik adalah benar-benar terkait kinerja," ujarnya.

Di samping itu, Eko pun sangat menyayangkan langkah kepolisian yang menahan mereka. Menurutnya, polisi tebang pilih dalam penegakan hukum. "Untuk kasus-kasus korupsi yang menonjol saja, polisi terkesan takut-takut, lha ini kasus yang jeratannya pasal karet langsung sigap," keluh Eko. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved