TribunJateng/

Waiting List Berjibun, Orangtua Mulai Daftarkan Haji Anak di Usia Dini

Masa tunggu haji yang mencapai belasan tahun, membuat masyarakat beramai-ramai mendaftar haji sejak muda.

Waiting List Berjibun, Orangtua Mulai Daftarkan Haji Anak di Usia Dini
TRIBUNJATENG.COM/M ZAINAL ARIFIN
ILUSTRASI- Ratusan anak TK dan PAUD di Kudus Ikuti Latihan Manasik Haji di Alun-Alun Simpang Tujuh, Kudus, Sabtu (18/10/2014) 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Masa tunggu haji yang mencapai belasan tahun, membuat masyarakat beramai-ramai mendaftar haji sejak muda. Selama tahun 2014 ini, tercatat ada 75 balita atau anak dibawah lima tahun didaftarkan haji oleh orang tuanya.

Angka itu belum termasuk anak-anak antara umur lima sampai 10 tahun yang juga sudah terdaftar haji.

Staf Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kota Pekalongan, M Zabidi, menjelaskan, pendaftaran haji sejak usia dini kini mamang mulai digandrungi masyarakat. Alasannya, masa tunggu yang panjang sehingga pendaftaran haji harus dilakukan sejak jauh-jauh hari.

Namun Zabidi mengingatkan, kepada orang tua yang mendaftarkan anaknya sejak dini diharapkan dapat memperhitungkan umur sang anak. Sebab, dalam aturan, umum minimal calon jamaah haji harus 17 tahun.

Sehingga, ketika hari keberangkatan yang bersangkutan masih dibawah umur, maka akan diundur. "Misalnya anak didaftarkan saat umur 9 tahun dan akan berangkat tahun 2019, itu belum mencapai umur 17 tahun. Jadi dia akan ditunda keberangkatannya," katanya.

Dikatakan Zabidi, sebenarnya yang menjadi syarat pendaftaran haji adalah KTP. Tetapi, mengingat masa tunggu keberangkatan yang tahun ini sudah sampai 2030, maka sistem demikian mulai diberlakukan.

Balita atau anak-anak akan didaftarkan oleh orang tuanya. Tetapi dalam nama terdaftar akan diwakilkan ke sang anak.

"Orang tua memang yang mendaftar dan membuka rekening haji. Karena tidak mungkin kan anak balita bisa nabung sendiri. Baru nanti setelah besar dan akan berangkat, namanya bisa dialihkan ke anak," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Pekalongan, Imam Tobroni, menambahkan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan mindset daftar haji sejak muda bagi masyarakat yang mampu. Banyak kelebihannya ketika mendaftar haji dilakukan sejak dini.

"Ketika berangkat, umur masih muda, fisik masih kuat sehingga menjalankan ibadah haji bisa maksimal," ucapnya.

Bahkan, menurut dia, melihat masa tunggu yang panjang, bayi yang baru lahir pun sudah bisa didaftarkan haji untuk mensiasati agar anak bisa berangkat haji di umur yang masih muda. Pendaftaran sejak dini juga menghindari masa tunggu yang akan makin panjang di tahun-tahun pendaftaran. (*)

Penulis: hermawan Endra
Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help