Cara Mudah Cek Risiko Diabetes dengan Empat Jengkal di Pinggang

Indonesia kini menempati urutan kelima dunia penderita diabetes melitus terbanyak di dunia.

Cara Mudah Cek Risiko Diabetes dengan Empat Jengkal di Pinggang
Kompas.com
Ilustrasi - Kegemukan 

TRIBUNJATENG.COM, BOGOR - Indonesia kini menempati urutan kelima dunia penderita diabetes melitus terbanyak di dunia. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, penderita diabetes meningkat karena gaya hidup yang tidak sehat.

Salah satu faktor risiko penyakit ini adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Oleh karena itu kita perlu menyadari apakah kita beresiko menderita penyakit ini atau tidak. Risiko diabetes ini dapat dicek dengan mengukur lingkar pinggang Anda. Ukuran pinggang normal untuk wanita adalah kurang dari 80 cm, sedangkan laki-laki tak lebih dari 90 cm.

Jika ukuran lebih dari dari itu, dapat dikategorikan perut buncit atau obesitas sentral. Obesitas sentral ini, berdasarkan data Public Health England 2014 memiliki risiko 7 kali lebih besar menderita diabetes.

Dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada 14 November 2014 lalu, Soyjoy pun membuat gerakan "4 Jengkal". Gerakan empat jengkal ini adalah cara mudah untuk mengukur lingkar pinggang Anda. Jika lebih dari empat jengkal, maka Anda termasuk kategori obesitas sentral.

"Orang kurus pun perutnya bisa saja buncit. Jadi paling mudah cek pakai jari tangan. Ukuran jengkal jari manusia itu antara 15-25 cm," ujar marketing Soyjoy, Ari Fahmi dalam acara Diabetes Camp di Taman Budaya Sentul, Bogor, Sabtu (22/11/2014).

Setiap orang diajak untuk mengecek lingkar pinggang dengan jengkal jari tangan, sekaligus memberikan donasi kepada anak-anak penderita diabetes.

Untuk donasi, Anda cukup mengunduh pose jengkal jari tangan ke Twitter dan Instagram dengan tagar #4jengkal. Setiap foto yang diunduh ke media sosial tersebut akan dihargai sebesar Rp 5000 dan satu bar produk camilan Soyjoy.

Gerakan ini dapat dilakukan hingga 30 November 2014. Hasil donasi yang terkumpul akan diberikan kepada Ikatan Keluarga Penyandang Diabetes Anak dan Remaja (IKADAR). (*)

Editor: rustam aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved