Keindahan Gerbang Kudus Kota Kretek di Malam Hari Pukau Warga

Seorang warga yang kebetulan melintas di Jalan Raya Kudus - Demak, Ahmad Nazaruddin, langsung mengeluarkan ponsel yang dibawanya, Rabu (25/3/2015)

Keindahan Gerbang Kudus Kota Kretek di Malam Hari Pukau Warga
Uji coba lampu Gerbang Kudus Kota Kretek tarik perhatian warga yang melintas, Rabu (25/3/2015) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Seorang warga yang kebetulan melintas di Jalan Raya Kudus - Demak, Ahmad Nazaruddin, langsung mengeluarkan ponsel yang dibawanya, Rabu (25/3/2015) malam. Ia terpana dan ingin mengabadikan keindahan nyala lampu Gerbang Kudus Kota Kretek, yang malam itu sedang diuji coba.

"Kerlap-kerlip lampunya bagus banget, tapi ini baru uji coba ya? Semoga cepat diresmikan, biar kami tiap malam bisa lihat," kata Nazar, warga Gondangmanis, Bae, Kudus itu.

Senior Manager General Services PT. Djarum, Bobbyanto Wijaya, mengatakan settingan lampu yang menghiasi gerbang bernilai sekitar Rp16 miliar itu memang belum sempurna. Dikatakan, warna lampu tersebut bisa berubah-ubah sesuai settingan.

"Kita sempurnakan dulu, ini masih proses," ucapnya.

Menurut dia, uji coba ini bukan pertama kalinya. Dikatakan, kendati saat uji coba beberapa waktu lalu, terlihat begitu bagus dan megah saat dipotret atau divideo, tapi faktanya memang belum sesuai keinginan semula.

Di samping itu, pihaknya juga masih melakukan finishing terhadap stainless, yang menjadi kerangka gerbang berbentuk daun tembakau itu. "Kita poles lagi, biar lebih halus. Sentuhannya memang harus sedetail mungkin," kata dia.

Dia berharap, Pemkab segera menyediakan rest area untuk menampung warga yang ingin menyaksikan keindahan gerbang tersebut. "Kami harap, lingkungan sekitar juga dirapikan, masih ada banyak sampah yang menumpuk dan berserakan di sekitar jembatan," ucap dia.

Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan, Energi dan Sumber Daya Mineral (BMPESDM) Kudus, Sam'ani Intakoris, mengatakan lampu di gerbang tersebut, merupakan tanggungjawab pihaknya. Menurutnya, lampu-lampu itu membutuhkan daya sebesar 16.780 watt.

Namun, disampaikan, pihaknya menyediakan listrik berkapasitas 22 ribu watt. "Untuk mengantisipasi adanya daya yang hilang, lantaran persoalan teknis," ujarnya.

Kapasitas listrik sebesar itu, menurut dia, membutuhkan biaya sekitar enam sampai tujuh juta per bulan. "Sudah kami hitung, ke depan kebutuhan biaya listrik sekitar itu, dengan catatan dinyalakan selama sekitar 12 jam, antara pukul 18.00 - 06.00," kata dia. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved