Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Muslim Rusia Ini Harus Berpuasa 22 Jam Tiap Hari

Umat Muslim harus menahan lapar dan haus selama 21-22 jam dan kemudian berbuka dan hanya memiliki waktu tiga jam hingga kemudian memasuki waktu imsak

Tayang:

ST PETERBURG, TRIBUNJATENG -- Bagi Anda yang beragama Islam dan tinggal di Indonesia dalam menjalankan puasa tidaklah cukup berat. Karena menahan rasa lapar, haus dan emosi hanya sekitar 13-14 jam saja.

Bagaimana bila Anda menjalankan ibadah puasa selama kurang lebih 21-22 jam tiap harinya seperti yang dialami umat muslim di St Peterbrug Rusia ini. Mereka harus menahan lapar dan haus selama itu ditambah waktu berbuka hanya memiliki waktu tiga jam hingga kemudian memasuki waktu imsak.

Seperti dilansir The Guardian, saat bulan Ramadan ini, para umat Islam di St Petersburg, dan sejumlah tempat di utara Rusia telah menghadapi tantangan berat khususnya di bulan Juni.

Yaitu, ketika matahari seakan tak pernah tenggelam di ufuk barat.

Mereka ini menyambut “Malam Putih” di mana periode berlangsung mulai akhir Mei hingga awal Juli ketika senja mendekat ke akhir malam. Meski banyak yang menjalankan ibadah puasa hingga ke ujung utara Rusia.

Namun “Malam Putih” yang paling kuat hanya terjadi di St Petersburg, kota yang memiliki populasi lebih dari satu juta jiwa.

Bagi warga Muslim di kota itu waktu adalah hal yang sulit ditebak. Meski Alquran memberikan pengecualian bagi mereka untuk tidak menjalankan ibadah puasa jika sakit, musafir, perempuan sedang haid dan atau hamil tak dijelaskan bagaimana menjalankan ibadah puasa jika berada di ujung paling utara wilayah di muka bumi.

Menurut sejumlah ulama di kota itu, hari-hari panjang tahun ini makin memberikan tantangan bagi kekuatan keyakinan mereka.

“Di St Petersburg,umat Muslim menganggapnya sebagai ujian. Ini adalah waktu mereka menjalankan ibadah puasa, ” kata seorang petugas di St Petersburg and Northwest Regional Muslim Spiritual Centre, yang menolak disebutkan namanya.

“Umat Muslim harus menahan lapar dan haus selama 21-22 jam dan kemudian berbuka dan hanya memiliki waktu tiga jam hingga kemudian memasuki waktu imsak,” ujarnya.

Namun mereka merasa  tak ada beban untuk menjalankan ibadah yang bertabur pahala ini. “Islam adalah jalan hidup. Bagi kami, berpuasa sama halnya dengan bangun pagi dan menggosok gigi,” ujarnya.

Yelizaveta Izmailova, seorang petugas administrasi di sebuah sekolah lokal dan berasal dari wilayah Ingushetia, sebuah wilayah dengan penduduk mayoritas Muslim, mengatakan orangtua, saudara, dan suaminya menjalankan ibadah puasa bersama mengikuti jadwal yang diberikan setiap pekan di mesjid pusat.

“Bulan ini, buka puasa benar-benar sangat terlambat. Kami tidak makan dan minum mulai dari salat Subuh dan ketika matahari terbenam waktu berkisar pukul 10 malam.” jelas Izmailova, dengan menambahkan jika senja tiba paling lambat pukul setengah sebelas malam.

“Tentu saja ini sangat memberikan beban kepada tubuh namun setiap umat Muslim membuat keputusan ini secara sadar,” ujarnya.

Sumber: The Guardian/Grilfromcelebesonline

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved