TribunJateng/

Misteri Botol Mineral Indonesia di Dekat Puing Yang Diduga Pesawat MH370

Pesawat nahas Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370, ditemukan juga botol pembersih berbahasa Indonesia

Misteri Botol Mineral Indonesia di Dekat Puing Yang Diduga Pesawat MH370
Mirror
Anggota kepolisian Pulau Reunion membawa potongan logam yang diduga adalah bagian sayap pesawat Boeing milik Malaysia Airlines MH370 yang hilang lebih dari satu tahun yang lalu. 

REUNION, TRIBUNJATENG.COM -- Selang sehari pascaditemukannya potongan sayap yang diduga bagian dari pesawat nahas Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370, ditemukan juga botol pembersih berbahasa Indonesia dan botol air mineral berbahasa China. Diduga, botol tersebut juga bagian dari MH370 yang hilang sejak 8 Maret 2014.

Botol air buatan China dan produk pembersih Indonesia ditemukan di pantai Saint Andre, Pulau La Reunion, Prancis, di Samudera India atau 200 km dari Pulau Madagaskar, Jumat (31/7).

Botol pertama berwarna transparan,seperti botol air mineral. Botol itu berlabel merah, dan pada labelnya ada tulisan berbahasa China. Sedangkan, botol satu lagi berwarna putih, berlabel paduan warna biru dan putih, serta terdapat tulisan berbahasa Indonesia.

Diduga, kedua botol itu ada kaitannya dengan MH370, lantaran ditemukan di tempat yang sama dengan penemuan potongan sayap dan koper. Namun media perancis menduga, kedua botol itu bisa saja datang dari kapal barang Asia yang berlayar dekat situ.

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak mengatakan bagian sayap pesawat sepanjang dua meter yang ditemukan di Pulau La Reunion merupakan bagian dari pesawat Boeing 777 model yang sama seperti pesawat MH370.

Saat ini bagian sayap pesawat itu dibawa ke Prancis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Segera setelah kami memiliki informasi lebih lanjut atau verifikasi, kami akan mengumumkannya ke publik," tegasnya.

"Saya berjanji kepada keluarga mereka yang hilang, bahwa apapun yang terjadi kami tidak akan menyerah."

Pesawat nahas itu terbang dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, Tiongkok ketika diperkirakan jatuh di Samudera Hindia pada tanggal 8 Maret 2014. Ahli kelautan David Griffin dari lembaga ilmu pengetahuan nasional Australia mengatakan lokasi ditemukannya puing pesawat itu konsisten dengan perkiraan puing-puing itu akan muncul.

Mencari Batu

Menemukan potongan sayap di Pantai Saint Andre, bukan menjadi tujuan Johnny Begue (46). Pada Rabu (29/7). Pria yang berprofesi sebagai pengawas pantai sebenarnya tengah mencari batu untuk dijadikan alat untuk menggiling bumbu memasak.

Halaman
12
Tags
Pesawat
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help