Succes Story

Pilih Warna Pink Untuk Munculkan Image Baru

Maxim Mulyadi didaulat sebagai pengganti sang ayah, pendiri perusahaan CV Tirta Makmur Ungaran, yang dikenal dengan nama produk air mineral Pelangi.

Pilih Warna Pink Untuk Munculkan Image Baru
Tribun Jateng
Maxim Mulyadi 
Maxim Mulyadi didaulat sebagai pengganti sang ayah, pendiri perusahaan CV Tirta Makmur Ungaran, yang dikenal dengan nama produk air mineral Pelangi. Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, banyak perubahan yang telah dilakukan, hingga mengantarkan air mineral Pelangi makin dikenal. Berikut penuturan Maxim di bisnis industri air mineral kepada wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra, Sabtu (12/9).
---
Bagaimana awal bisnis ini?
Ini adalah bisnis keluarga, dan saya merupakan generasi kedua. Perusahaan ini dibangun pada 2004 oleh ayah saya, Jayadi. Namun, selama di bawah kepemimpinan beliau, bisnis ini diserahkan kepada profesional. Selama itu, perkembangannya pas-pasan, tidak ada branding maupun promosi.
Begitu saya masuk pada awal 2014, bisnis ini mulai saya rubah. Tidak bisa dengan pola manajemen lama kalau perusahaan ini mau hidup dan berkembang. Sejak pulang kuliah dari Singapura pada 2011, saya tidak langsung menduduki posisi puncak. Awalnya saya belajar sedikit-sedikit di perusahaan, mengerti bisnis prosesnya seperti apa, dan mengerti kinerja tim seperti apa. Tiga tahun kemudian baru saya mengambil alih kepemimpinan.
Langkah apa yang diambil saat menduduki posisi pemimpin?
Pertama saya bentuk tim, merekrut orang-orang profesional yang memang ahli di bidangnya. Jadi kalau dulu marketing cuma satu orang, sekarang saya pisah menjadi marketing dan distribusi sendiri-sendiri, supaya bisa fokus. Kedua, mengubah desian dari awalnya biru menjadi pink, karena warna biru terlalu awam dan semua air meneral rata-rata biru, sehingga saya berusaha memunculkan image baru.

Prinsip bekerja seperti apa yang Anda terapkan kepada bawahan?
Dalam perubahan kinerja, saya menggantinya cukup frontal. Kalau zaman dulu itu kan semakin lama kamu bekerja maka makin tinggi tunjangannya, nah yang seperti itu saya hapus. Jadi sekarang prinsipnya kalau kamu mau bekerja di sini saya tidak peduli seberapa lama bekerja, yang terpenting memberikan kontribusi. Sehingga, saya memberikan nilai kompensasi sesuai dengan prestasi, bukan siapa kamu dan lama bekerja.
Namun, meski terkesan tegas dan disiplin, saya tetap harus menangani setiap persoalan dengan rasa kasih. Saat melakukan transisi, saya memberikan kesempatan kedua untuk berubah. Namun, setelah kesempatan itu lewat, saya mempertegas dengan peraturan.

Apa keunggulan produk Anda dibandingkan dengan yang lain?
Industri air mineral secara kualitas pasti standarnya sama, yakni punya SNI (Standart Nasional Indonesia), sama-sama mengikuti aturan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), dan dari segi kualitas hampir semua sama. Yang membedakan adalah kekuatan dari brand, dan ini banyak faktornya, seperti dari segi pelayanan, marketing, distribusi, hingga strategi yang dipakai. Kami terus berupaya meningkatkan hal eksternal itu.

Bagaimana market air mineral Pelangi di Jateng?
Saya membidik pasar middle-up usia 18-40 tahun, karena kalau dilihat 50 persen warga Indonesia masih anak muda semua antara usia segitu. Itu kenapa kami me-rebranding, karena ingin menjadi lebih muda (menyasar masyarakat usia muda).

Apa upaya untuk makin memperkenalkan produk air mineral Pelangi?
Banyak ikut event dan menjadi sponsor. Tapi kalau bisa tidak semua acara kami sponsori, pasti ada elemen pembelian juga, agar tidak tekor. Selain itu juga menjalin kerjasama dengan restoran maupun hotel.
Event sekarang kami batasi, hanya yang benar-benar signifikan dampaknya baru kami ikut serta, misalnya baru-baru ini di Ambarawa, peresmian patung Bunda Maria tertinggi (di sebuah objek wisata). Saat itu kami lempar ratusan karton, karena orangnya yang datang banyak, dari penjuru Jateng, sehingga impactnya besar.

Apa strategi untuk mengatasi brand image raksasa air mineral yang sudah melekat di benak konsumen?
Karena sudah melekat kalau air mineral itu adalah Aqua, itu makanya perlu ada karakter tersendiri, sehingga kami mengubah warna menjadi sedikit mencolok menjadi pink, berbeda dengan warna biru yang sudah menjadi warna umum air mineral.

Kesulitan apa yang kerap ditemui dalam menjalani bisnis air mineral?
Tantangannya pasti banyak, terutama membangun distribusi maupun brand. Modal kerja untuk membangun kedua komponen itu kan tidak gampang, karena mesti pintar merebut pasar. Intinya, kalau perusahaan air mineral itu terpenting pada distribusi dan marketing. Kalau ini semua jalan, pasti akan menjadi brand yang kuat.
Kami mencoba menggunakan berbagai macam cara untuk merebut pasar, seperti lewat penjualan online maupaun agen sales seperti reseller. Saat ini ada beberapa supermarket di Jateng yang sudah kami masuki. Tapi untuk skala nasional masih diupayakan.
Susahnya masuk ke jaringan nasional seperti Alfamart maupun Indomart dan lain sebagainya itu karena mereka membatasi produk komoditas yang sejenis. Nah itu kendala buat kami. Kalau mau paksain masuk biayanya juga besar.
Padahal, dengan biaya yang sama kami bisa membuka jaringan distribusi yang general trade. Toh di Indonesia pasarnya masih 80 persen general trade seperti pasar basah, toko kelontong, dan sebagainya. Itu malah tidak perlu membayar listing fee, biaya promosi, dan diskon-diskon tidak jelas.

Apa kendala lain?
Kendala lain adalah soal sumber daya air. Apalagi pemerintah mempersulit segalanya. Ya itu mesti direnungkan. Sekarang kebetulan masih ada dan mencukupi, sehingga kami coba mengoptimalkan yang ada. Soal nanti, semoga saja pemerintah berubah pikiran, karena ini kan untuk semuanya, menggerakan perekonomian nasional.

Bagaimana prosek bisnis air mineral ke dapan?
Prospeknya cukup bagus, karena manusia pasti perlu minum. Manusianya juga terus bertambah. Jadi saya rasa masih berpeluang besar.

Apa target anda jangka pendek?
Saya ingin air mineral bisa menguasai Jateng dulu saja. Nggak usah mikirin nasional. (wan)
Nama Lengkap : Maxim Mulyadi - Owner CV Tirta Makmur Ungaran (Air Mineral Pelangi)
Panggilan Akrab: Maxim
Tempat, Tanggal Lahir : Semarang, 6 Desember 1988
Status: Single
Nama Orangtua:
Ayah: Jayadi
Ibu: Fitrawati Halim
Pendidikan: Jurusan Management Kewirausahaan, Universitas Singapore Institute of Management
Alamat Rumah dan Kantor : Jalan Dipenogoro 263A, Ungaran, Kabupaten Semarang (Telepon: (024) 6925460)
Alamat Email : john.maxim.mulyadi316@gmail.com
Email Kantor : amdk.pelangi@gmail.com
Moto: Live to Love


Tags
Inspirasi
Penulis: hermawan Endra
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved