Suparnyo Lantik Jamaluddin sebagai Presiden BEM UMK

"Alhamdulillah, kepengurusan BEM Periode 2015/2016 telah dikukuhkan," ujar Jamaluddin, dalam rilis yang diterima Tribun Jateng, Senin (3/11/2015).

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muria Kudus (UMK) periode 2015/2016, resmi dikukuhkan. Pemerintahan mahasiswa tingkat universitas yang dipimpin Jamaluddin, ini dikukuhkan langsung oleh Rektor Dr. Suparnyo SH. MS, di ruang seminar Lantai IV Gedung Rektorat.

‘’Alhamdulillah, kepengurusan BEM Periode 2015/2016 telah dikukuhkan,’’ ujar Jamaluddin, dalam rilis yang diterima Tribun Jateng, Senin (3/11/2015).

Presiden BEM yang juga aktivitas Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UMK itu mengatakan, bersama jajaran kepengurusan BEM Universitas yang belum lama dilantik, akan segera melakukan koordinasi dan rapat membahas berbagai program kerja (Proja) untuk masa setahun mendatang.

‘’Penguatan internal akan menjadi salah satu konsentrasi kami dalam kepengurusan BEM, namun begitu tidak melupakan berbagai program-program yang terkait langsung dengan pemberdayaan masyarakat atau kegiatan sosial,’’ tutur Presiden BEM kelahiran Demak, 2 April 1993 lalu tersebut.

Menurutnya, penguatan internal akan dilakukan dengan menggelar berbagai diskusi-diskusi serta seminar terkait berbagai hal (isu). ‘’Untuk aktivitas sosial, kami akan bersinergi dengan masyarakat untuk melakukan kerja-kerja bersama. Banyak sebenarnya masyarakat yang meminta kerja sama untuk melakukan kegiatan sosial,’’ papar putra pasangan Kukoh dan Kasmonah itu.

Sementara itu, rektor dalam sambutannya usai melantik jajaran kepengurusan BEM UMK Periode 2015/2016, berpesan agar para pengurus bisa belajar maksimal di organisasi ini dan menjalankan amanah mahasiswa yang disandang.

‘’Manfaatkanlah waktu selama mahasiswa untuk belajar banyak hal, termasuk melalui BEM atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada. Mahasiswa yang mau belajar di organisasi, akan memiliki nilai tambah (value added) ketimbang mahasiswa yang tidak aktif di organisasi,’’ jelasnnya. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved