Ini Penampakan Lokomotif Elektrik Pertama dan Satu-satunya di Indonesia

Rencananya lokomotif ini akan dijadikan maskot. Oleh PT KAI lokomotif ini secara resmi masuk sebagai barang heritage pada 2009

Ini Penampakan Lokomotif Elektrik Pertama dan Satu-satunya di Indonesia
Tribun Jateng/M Syofri Kurniawan
Pekerja menaikkan lokomotif tua ke atas trailer di Depo Lokomotif Poncol, Jalan Petek, Kota Semarang, Kamis (03/12/2015). Lokomotif diesel elektrik pertama di Indonesia itu akan dibawa ke museum kereta Ambarawa. 

Laporan reporter Tribun Jateng Galih Priatmojo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sambil sedikit menahan nafas, Mahmudi (56) terlihat begitu hati-hati saat memindahkan lokomotif tua yang terparkir di Depo PT KAI Daop IV, menggunakan cranenya.

Meski tak terlampau berat, pria yang sudah 20 tahun mengoperasikan crane ini tetap harus waspada apalagi yang diangkatnya ini bukan sembarang lokomotif.

"Agak beresiko kalau ngga hati-hati, kan ini lokomotif langka cuma tinggal satu ini yang ada," ujarnya.

Lokomotif kuno
Tribunjateng/Syofri Kurniawan

Lokomotif yang bernomor CC 200 dengan warna putih hijau ini rencananya akan dipindahkan dari Depo PT KAI Daop IV menuju ke museum kereta api di Ambarawa.

Staf unit heritage PT KAI, Wawan Hermawan mengatakan lokomotif tersebut merupakan lokomotif pertama Indonesia di era modernisasi kereta api pada tahun 1950an silam.

Lokomotif ini sebelum sampai ke Semarang lebih dulu bersemayam di Cirebon, baru bulan Agustus kemarin digeser ke Semarang untuk kemudian dipindah ke Museum Ambarawa.

"Lokomotif ini merupakan jenis diesel elektrik pertama di Indonesia buatan General Electric yang didatangkan pada 1951 tepatnya. Dulu ada tiga unit tapi sekarang hanya tersisa satu. Oleh PT KAI sendiri lokomotif ini secara resmi masuk sebagai barang heritage pada 2009," jelasnya.

Rencananya, lokomotif ini akan ditempatkan di daerah Tuntang sebagai maskot lokomotif yang masuk dalam kategori modern. Sedangkan yang di Ambarawa dikhususkan untuk kereta uap saja.

Dari profilnya, lokomotif ini punya panjang sekitar 20 meter dengan kecepatan maksimum 100-120 km/jam. Semasa hidupnya lokomotif ini melayani semua rute perjalanan di sekitar pulau Jawa, dari Jakarta, Surabaya dan sekitarnya.

"Dulu sempat mau dijadikan untuk mengangkut kereta wisata tapi karena kondisinya tidak memungkinkan akhirnya urung dioperasikan. Berhenti beroperasi sudah lebih dari 20 tahun ini terutama karena suku cadangnya sudah tidak ada," terangnya. (*)

Penulis: galih priatmojo
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved