Jamur Kotoran Sapi pun Jadi Bahan Oplosan Miras, Bikin Korban Sekarat

Jamur Kotoran Sapi pun Jadi Bahan Oplosan Miras, Bikin Korban Sekarat

Jamur Kotoran Sapi pun Jadi Bahan Oplosan Miras, Bikin Korban Sekarat
TRIBUNJATENG/DENI SETIAWAN
MIRAS OPLOSAN - Satuan Reskrim Polres Semarang mengeksos sejumlah barang bukti yang berhasil disita (diamankan) dalam kasus meninggalnya korban karena minuman keras di Mapolres Semarang, Sabtu (2/1/2016). Dalam kasus tersebut dua meninggal dunia dan empat masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Semarang meminta bantuan Polda Jateng untuk menerjunkan tim dokter di Laboratorium Forensik Polda Jateng dalam mengungkap kepastian penyebab kematian dua warga Tingkir Kota Salatiga seusai berpesta minuman keras (miras) oplosan di sebuah kios Kompleks Pasar Tugu Desa Bener Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.

Seperti diinformasikan sebelumnya, Agus TH dan Eko BP meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Salatiga setelah menenggak miras sejak Senin (28/12/2015) hingga Rabu (30/12/2015) kemarin di kios bernomor 43B kompleks pasar mangkrak tersebut. Keduanya pun telah dimakamkan secara terpisah pada Jumat (1/1/2016) siang.

Selain dua korban jiwa, empat lainnya yakni Herman, Rahayu, Nanang, dan Budi yang diketahui turut serta berpesta miras itu hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif oleh dokter. Karena kondisi kesehatan belum membaik (pulih), kepolisian pun masih kesulitan untuk meminta keterangan kepada keempat orang tersebut.

“Untuk sementara ini kami hanya sebatas mengumpulkan barang bukti seandainya ada dan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk kerabat Agus TH bernama Choiril Umam yang melaporkan kejadian tersebut kepada kami. Langkah lain, hari ini kami sudah kirim surat dan berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk membantu Tim Inafis Polres Semarang mengautopsi dua korban meninggal tersebut,” jelas Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Herman Sophian kepada Tribun Jateng, Sabtu (2/1/2016).

Secara teknis, lanjutnya, autopsi yang dilakukan bersama Tim Labfor Polda Jateng tersebut dengan cara membongkar makam kedua korban meninggal dalam kasus miras oplosan tersebut. Tetapi waktu pelaksanaan kegiatan tersebut, pihaknya menanti kabar pasti dari Polda Jateng. Prinsip, pihaknya harus melakukan itu agar mengetahui penyebab pasti dua orang meninggal dan empat lainnya dirawat intensif di rumah sakit.

“Kami sudah temui keluarga Agus TH yang bertempat tinggal di Tingkir Kota Salatiga. Pihak keluarga sudah merestui atau tidak keberatan apabila kami akan membongkar makam Agus demi kebutuhan penyidikan (autopsi). Termasuk juga keluarga Eko BP sehingga untuk pelaksanaan di lapangan sudah tidak ada kendala dan harapan kami, bisa memperoleh hasil (titik terang) penyebab kematian mereka dalam kasus tersebut,” ujarnya.

Kasubbag Humas Polres Semarang AKP Endang Suprobo menambahkan, dari keterangan sebanyak empat saksi yang dua di antaranya juga turut serta dalam pesta miras tersebut, selain menenggak miras Black Label dan Leci, mereka juga menyantap jamur letong (kotoran sapi). Tetapi pihaknya belum mau menduga-duga. Sebab di lokasi kejadian, petugas juga menemukan satu botol kemasan soffel obat nyamuk, empat kemasan handbody laction.

“Juga ada sisa air kelapa muda sebanyak dua buah. Di lokasi kios bernomor 43B itu juga ada bekas muntahan. Untuk sampel muntahan yang diduga kuat dari beberapa korban tersebut, saat ini sudah kami kirim ke Labfor Polda Jateng untuk memeriksa zat kandungan di dalamnya. Barang bukti lain ada satu botol plastik beraroma miras, dua botol anggur kolesom,” jelas AKP Endang. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved