Ototrend

Inspiratif, Perempuan Ini Menyulap VW Combi Jadi Food Truck untuk Jualan

Inspiratif, Perempuan Ini Menyulap VW Combi Jadi Food Truck untuk Jualan

Inspiratif, Perempuan Ini Menyulap VW Combi Jadi Food Truck untuk Jualan - inspiratif-perempuan-ini-menyulap-vw-combi-jadi-food-truck-untuk-jualan_20160106_163046.jpg
tribunjateng/hermawan endra
Inspiratif, Perempuan Ini Menyulap VW Combi Jadi Food Truck untuk Jualan
Inspiratif, Perempuan Ini Menyulap VW Combi Jadi Food Truck untuk Jualan - inspiratif-perempuan-ini-menyulap-vw-combi-jadi-food-truck_20160106_163303.jpg
tribunjateng/hermawan endra
Inspiratif, Perempuan Ini Menyulap VW Combi Jadi Food Truck untuk Jualan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Menyulap kendaraan roda empat menjadi food truk dilakukan Nunuk Sulhariati (57) sejak Maret 2015. Perombakan pada VW Kombi dilakukan agar bisnis menjual minuman susu sapi siap saji yang digeluti lebih mudah.

Wanita yang kesehariannya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, ini sengaja membeli VW Combi tahun 1974 untuk bisnis yang digeluti bersama sang suami, Ginsur Sugiyo (63). Harganya, Rp 45 juta.

"Awalnya, saya tertarik melihat orang jualan pakai mobil. Kok kayaknya praktis. Kemudian, ada teman yang membantu mencarikan mobil ini di internet. Akhirnya ketemu, dan saya beli dari orang Solo," ungkapnya.

Nunuk menjatuhkan pilihan pada VW Combi yang dinilai memiliki ruang cukup luas. Menyimpan dan menyiapkan minuman pesanan pembeli pun akan lebih mudah meski dilakukan di dalam mobil. Selain itu, mobil ini juga terkesan antik sehingga diharapkan bisa menarik calon pembeli. Dari rasa penasaran melihat-lihat hingga akhirnya membeli menu yang tersedia.

Perubahan dilakukan pada interior bagian belakang. Di bantu sang anak, konsep penataan didapat dari dunia maya. Semua kursi di ambil, diganti berbagai perabot memasak. Di antaranya, kompor, kulkas mini, dispenser jus dan cup siller.

Dia juga menambah bak tandon berukuran 80 sentimeter dan tinggi sejengkal tangan untuk menyimpan air keperluan jualan. Bak tersebut mampu menampung air hingga 50 liter air. Agar daya listrik mencukupi, Nunuk menambah daya menggunakan genset.

Tak sekadar interior, ibu tiga anak ini meminta pegawai bengkel di kawasan Manyaran yang menangani modifikasi, mengecat bodi mobil menggunakan motif belang yang identik dengan tubuh sapi perah. Total, biaya yang dikeluarkan untuk modifikasi food truck tersebut mencapai Rp 15 juta. "kursi-kursi bagian penumpang saya simpan di rumah. Nanti, seandainya bosan jualan, kondisi mobil bisa saya kembalikan seperti semula," imbuhnya, Senin (4/1).

Nunuk menamai kendaraannya "Combi Susu". Hampir setiap hari, pukul 17.00-22.00, dia memarkir dan berjuala di kawasan Taman Menteri Supeno. Saat Car Free Day, dia memarkir food truck ini di depan Bank Indonesia. "Tidak ada perawatan khusus. Karena temrasuk klasik, dua pekan sekali dibawa ke bengkel khusus VW Combi untuk diservis dan dicek aki, ganti oli, serta dibersihkan bagian adlam,| ujar warga Bendungan, Kota Semarang, ini.

Menyulap VW Combi menjadi food truck juga dilakukan Erni Amaniya. Warga Perum Klipang Pesona Asri 3, Kota Semarang, ini memfungsikan mobil tersebut sebagai lapak menjual minuman cokelat dan snack.

Kendaraan yang kini diberi nama Coklat Corner tersebut dibeli seharga Rp 40 juta. Untuk perombakan, Erni harus merogoh kocek sekitar Rp 10 juta.
Modifikasi interior dilakukan lewat cara menambah tinggi atap agar dia leluasa berdiri di dalam mobil saat melayani pembeli. Erni mengganti kursi di dalam dengan beragam peralatan memasak, menambah minibar di badan kendaraan dan mengecat bodi mobil. Untuk bagian mesin mobil, Erni menambah satu aki. Penambahan ini dilakukan agar suplai listrik selama berjualan terpenuhi.
"Yang paling sulit, mengubah interior. Butuh kecermatan mendesain agar penempatan barang sesuai kebutuhan. Untuk ide, saya browsing di internet," ungkapnya.

Setiap akhir pekan, Erni menjajakan dagangan di sekitaran Taman Menteri Supeno mulai sore hingga malam. "Soal perawatan, sebulan sekali saya rutin servis, ganti oli dan cek bagian lain. Saya sadar, perawatan mobil tua harus ekstra," ujar wanita yang bekerja di Perusahaan Farmasi Himalaya ini. (tribunjateng/hermawan endra)

POIN POIN -
-Mengubah kendaraan menjadi lapak berjualan marak dilakukan pebisnis kuliner di Kota Semarang.
-Biasanya, mereka menggunakan kendaraan yang memiliki kabin luas.
-Konsep modifikasi harus detail dan matang.
-Bagian interior dan kelistrikan menjadi objek utama perombakan.

Penulis: hermawan Endra
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help