Polres Semarang Belum Berhasil Ringkus DPO Peracik Miras Oplosan Maut

Polres Semarang Belum Berhasil Tangkap DPO Peracik Miras Oplosan Maut

Polres Semarang Belum Berhasil Ringkus DPO Peracik Miras Oplosan Maut
TRIBUNJATENG/DENI SETIAWAN/DOK
MIRAS OPLOSAN - Satuan Reskrim Polres Semarang mengeksos sejumlah barang bukti yang berhasil disita (diamankan) dalam kasus meninggalnya korban karena minuman keras di Mapolres Semarang, Sabtu (2/1/2016). Dalam kasus tersebut dua meninggal dunia dan empat masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Satreskrim Polres Semarang hingga saat ini masih memburu atau mengejar terhadap seorang oknum yang diduga kuat sebagai pihak yang bertanggungjawab atas musibah dua meninggal dunia dan empat lainnya kritis seusai berpesta minuman keras (miras) di Kios 43B Pasar Tugu Desa Bener Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang sebelum malam pergantian tahun.

“Ada seorang yang masuk jadi daftar pencarian orang (DPO) atas kasus tersebut yang hingga saat ini prosesnya masih terus kami lanjutkan sembari menanti keempat korban lainnya berkondisi sudah membaik. Hingga saat ini mereka belum bisa kami mintai keterangan karena belum pulih dan dalam perawatan tim dokter,” kata Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Herman Sophian kepada Tribun Jateng, Jumat (8/1/2016).

Dia mengutarakan, orang yang sedang dicari itu berinisial O. Diketahui pula dia sempat mendekam di jeruji besi Polsek Banyubiru dalam kasus serupa meskipun dijerat hukuman pidana ringan. Dari hasil pemeriksaan sekitar enam saksi, warga Banyubiru tersebut kesehariannya memang meramu miras atau mereka sebut Miras Leci di rumahnya.

“Anggota kami sudah sempat memantau rumah terduga itu. Tetapi sudah beberapa hari tidak ada pergerakan. Rumah ternyata sudah dalam kondisi kosong tanpa ada penghuni. Warga setempat pun tidak tahu mulai kapan rumah yang dihuni O tersebut kosong. Kemungkinan sejak kasus tersebut terjadi, dia sudah melarikan diri,” ujarnya.

Sementara itu, nyaris serupa dengan kasus meninggalnya seorang wanita warga Jepara dan dua lainnya kritis yang diduga seusai berpesta sabu-sabu di Hotel Citra Dewi Bandungan, pihak keluarga korban meninggal enggan atau tidak menyetujui pelaksanaan autopsi. Akibatnya, pihak kepolisian tidak bisa berbuat banyak dan bekal saat ini hanyalah temuan barang bukti dan keterangan saksi maupun korban. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help