Menikmati Deburan Ombak di Pantai Ujung Negoro Batang

"Kalau datang bulan Agustus atau September, air laut jernih dan ombak sedikit tenang. Kalau mau berjalan-jalan di bebatuan lebih nyaman" ungkap Kasumi

Menikmati Deburan Ombak di Pantai Ujung Negoro Batang - ujung-negoro-1_20160122_010601.jpg
tribun jateng/m syofri kurniawan
Wisatawan menikmati deburan ombak di Pantai Ujung Negoro, Kabupaten Batang
Menikmati Deburan Ombak di Pantai Ujung Negoro Batang - ujung-negoro-2_20160122_010912.jpg
tribun jateng/m syofri kurniawan
Menikmati Deburan Ombak di Pantai Ujung Negoro Batang - ujung-negoro-3_20160122_011114.jpg
tribun jateng/m syofri kurniawan
Menikmati Deburan Ombak di Pantai Ujung Negoro Batang - ujung-negoro-4_20160122_010905.jpg
tribun jateng/m syofri kurniawan
Penjual ikan di Pantai Ujung Negoro, Batang
Menikmati Deburan Ombak di Pantai Ujung Negoro Batang - ujung-negoro-5_20160122_010713.jpg
tribun jateng/m syofri kurniawan
Menikmati Deburan Ombak di Pantai Ujung Negoro Batang - ujung-negoro-6_20160122_010902.jpg
tribun jateng/m syofri kurniawan

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rika Irawati

TRIBUNJATENG.COM - Hamparan batu-batu besar menjadi pemandangan unik di Pantai Ujung Negoro, Kabupaten Batang. Selain laut lepas, pantai ini juga menyuguhkan pemandangan menawan dari bukit hijau yang berbatasan dengan pantai.

"Kalau datang bulan Agustus atau September, air laut jernih dan ombak sedikit tenang. Kalau mau berjalan-jalan di bebatuan lebih nyaman," ungkap Kasumi (75), pedagang di pinggir Pantai Ujung Negoro.

Menurut Kasumi, bebatuan besar yang terserak di sisi kanan pantai sudah ada sejak pantai dibuka untuk umum. Di batu-batu itu pula, warga sering memancing ikan di laut. Sementara, pengunjung memanfaatkan sebagai spot selfie.

Tidak mudah mencapai pantai berbatu ini. Anda harus melewati jalan setapak yang dibuat di tebing bukit. Meski jalanan ini cukup lebar, Anda harus tetap hati-hati agar tidak terperosok. Biasanya, pengunjung memanfaatkan talud yang juga menjadi jalan setapak itu untuk duduk-duduk sambil menikmati laut lepas.

Sementara, di dekat pintu masuk, terlihat hamparan pasir hitam yang cukup landai. Saat air laut surut, pengunjung bisa bermain air sepuasnya sambil mencari cangkang-cangkang kerang yang terbawa ombak. Di musim-musim tertentu, pengelola memasang peringatan agar pengunjung tidak berenang di laut lantaran tinggi dan kuatnya ombak.

Suasana di sekitar pantai ini terasa sejuk. Pepohonan besar dan rindang mengelilingi pinggir pantai mulai dari area parkir hingga dekat bibir pantai. Soal fasilitas, pantai ini menyediakan musala dan kamar mandi umum. Tersedia pula arena bermain anak berupa ayunan, perosotan, juga jembatan tali.

Tak perlu khawatir jika Anda lapar. Terdapat deretan warung yang menyediakan kuliner instan. Ada pula pedagang yang mendirikan meja dan menjajakan makanan berupa rujak atau pecel di dekat pantai. Cukup membayar Rp 5.000, Anda bisa menikmati makanan tradisional ini di bawah pohon sambil memandang laut lepas.

Di sini juga tersedia buah tangan berupa ikan kering, cumi, juga teri. Hasil laut itu dijual per kilogram. Harganya mulai Rp 10 ribu hingga puluhan ribu, tergantung hasil tangkapan nelayan saat itu. Ada juga terasi yang dibuat langsung dari ikan tangkapan. Terasi ini dijual paling murah Rp 5 ribu. Untuk ukuran besar, mereka menjual hingga Rp 50 ribu.

Pantai Ujung Negoro terletak di sekitar enam kilometer dari jalur Pantura. Sayang, tak ada angkutan umum yang sampai pantai ini. Jalan menuju pantai cukup mulus dan sedikit menurun di 100 meter dekat gapura masuk pantai. (*)

Penulis: rika irawati
Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved