BRT Semarang Bawen

Dishubkominfo Jateng: Sejumlah Shelter yang Rusak jadi Tanggung Jawab Kami

Target kami, paling lama yakni pertengahan tahun ini sudah beroperasi. Untuk sejumlah shelter yang rusak, memang menjadi tanggung jawab kami..

Dishubkominfo Jateng: Sejumlah Shelter yang Rusak jadi Tanggung Jawab Kami
Tribun Jateng/Deni Setiawan
Shelter BRT di Ungaran 

TRIBUNJATENG.COM- Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Jawa Tengah, Untung Sirinanto, tidak menampik adanya sejumlah shelter BRT Semarang-Bawen yang tidak lagi representatif.

Padahal, puluhan shelter yang menelan dana belasan miliar rupiah pada tahun lalu itu hingga saat ini belum difungsikan.

"Sejumlah tahapan sedang kami proses untuk mengoperasionalkan BRT di koridor tersebut. Target kami, paling lama yakni pertengahan tahun ini sudah beroperasi. Untuk sejumlah shelter yang rusak, memang menjadi tanggung jawab kami. Dalam waktu dekat, kami akan maintenance atau perbaiki. Mulai dari kerusakan kecil, sedang, hingga besar," kata Untung.

Menurutnya, untuk memenuhi standar operasional BRT, tidak cukup hanya memperhatikan sisi bus yang digunakan. Kelayakan, kenyamanan, serta keselamatan di seluruh infrastruktur pendukungnya pun menjadi bagian terpenting yang tidak bisa dipisahkan.

Atas dasar itu, pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki di seluruh infrastruktur yang sebenarnya sudah jadi tetapi mengalami kerusakan.

"Bahkan, saat ini kami pun sedang mendata serta mengkaji di lapangan bersama Dishubkominfo Kota dan Kabupaten Semarang untuk mencari titik-titik yang sekiranya perlu dibangun infrastruktur tambahan. Seperti jembatan penghubung antara shelter yang satu dengan lainnya. Jika diperlukan, kami bangun jembatan itu sebagai tempat penyeberangan calon penumpang. Persoalan terkait sistem ticketing juga menjadi hal yang kami perhatikan," paparnya.

Berkait proyek tersebut, Untung menyampaikan apabila pihaknya menargetkan akan siap dioperasionalkan atau selesai seluruh proses teknisnya pada pertengahan 2016 ini.

Pihaknya pun telah menerima anggaran modal dari Pemprov Jawa Tengah sebesar Rp 15 miliar yang digunakan untuk pengadaan 25 bus. Adapun operasional bus tersebut, pihaknya akan menyerahkan kepada pihak operator yang berada di bawah PT Transportasi Jawa Tengah.

"Saat ini, kami sedang memproses pembentukan perusahaan pengelola untuk BRT di koridor tersebut. PT Transportasi Jawa Tengah adalah anak perusahaan dari PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT).

Perusahaan itulah yang nantinya bertanggung jawab dalam pengelolaan manajemen sekaligus berkaitan public service obligation (PSO) kepada operator. Oleh karena BRT itu berada di dua wilayah, operatornya nanti berbentuk konsorsium," jelasnya. (TRIBUNJATENG/Cetak/28 Januari 2016)

Editor: a prianggoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved