Sweet Home

Hindari Rayap, Gunakanlah Baja Ringan untuk Atap Rumah, Murah Meriah

Hindari Rayap, Gunakanlah Baja Ringan untuk Atap Rumah, Murah Meriah

Hindari Rayap, Gunakanlah Baja Ringan untuk Atap Rumah, Murah Meriah
net
Hindari Rayap, Gunakanlah Baja Ringan untuk Atap Rumah, Murah Meriah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Tinggal di kawasan perumahan yang memiliki tanah merah cukup gembur sempat membuat Ika Pramesti was-was. Bukan takut ancaman longsor, Ika khawatir serangan hama rayap.

Ibarat bom waktu, serangga sosial yang hidup berkoloni ini jika dibiarkan bisa merusak perabot bahkan meruntuhkan rumah. Ika pernah punya pengalaman itu. Sekira 2012 lalu, tiba-tiba atap plafon rumahnya jebol. Setelah dicek, kayu-kayu penopang atap rumah ternyata digerogoti rayap.

Ketika itu, setelah berdiskusi dengan suami, mereka sepakat merombak rangka kayu menjadi baja ringan. Selain praktis, bahan ini dinilai tahan terhadap serangan rayap dan awet. "Saya nggak mengira, ternyata yang bikin rontok atap itu rayap. Penggantian rangka atap ke baja ringan menghabiskan dana sekitar Rp 20 juta," ucapnya.

Selain mengganti bagian atap, Ika juga mengurangi perabot yang terbuat dari kayu. "Penggantian perabot itu juga menyesuaikan konsep rumah. Menurut saya, penempatan perabot kayu melenceng dari konsep kami yang minimalis. Hanya, beberapa yang kami pertahankan semisal lemari dan kursi kayu di teras. Itupun karena terbuat dari kayu jati, jadi cukup aman," jelas Ika.

Untuk memperkuat kesan minimalis, di rumah seluas 167 meter persegi itu, Ika menempatkan satu set sofa berbahan oscar, sebuah rak kecil dan meja kaca sebagai pengisi ruang tamu. Di ruang keluarga, dia meletakkan sebuah sofa besar dan rak meja tv. Ia sengaja tidak terlalu banyak menempatkan perabot agar suasananya lebih longgar dan nyaman.

"Saya berusaha membeli perabot sesuai kebutuhan. Mengingat rumah kami dikonsep minimalis maka kebutuhan perabot disesuaikan. Yang penting ringkas, mudah dibersihkan dan tidak ribet," ujarnya.

Yang cukup unik, dari sekian ruang yang ada, terdapat satu ruang kamar sekira ukuran 3x2 meter tempat hewan peliharaan. Menurut Ika, ruangan khusus ini sengaja dibuat karena alasan higienis dan tidak mengganggu.

"Suami saya itu suka kucing. Kami memiliki beberapa kucing persia. Nah, supaya nggak lari kemana-mana, apalagi bulunya itu, kami membuat satu kamar bagi kucing-kucing itu. Kebetulan, di samping ruang tamu, ada kamar bekas butik. Di ruangan itu, keberadaan kucing tak mengganggu dan penghuni rumah tetap nyaman," kata owner butik Muzdalifah yang terletak di Jalan Sriwijaya ini. (tribunjateng/cetak/galih priatmojo)

Penulis: galih priatmojo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved