TribunJateng/

Ekspor Batik Pekalongan Sulit Terdeteksi

Wali Kota Pekalongan,Prijo Anggoro mengatakan,tidak ada yang mengalahkan batik Pekalongan."Pekalongan itu menjadi gudangnya indsutri batik," katanya.

Ekspor Batik Pekalongan Sulit Terdeteksi
tribun jateng/raka f pujangga
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melihat-lihat produk batik Pekalongan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan sektor industri dan perdagangan, di Hotel Dafam, Kamis (4/2/2016).

Wali Kota Pekalongan, Prijo Anggoro mengatakan, tidak ada yang mengalahkan batik Pekalongan.  "Pekalongan itu menjadi gudangnya indsutri batik," kata dia Kamis.

Kendati demikian, kata dia, diperlukan kemudahan akses untuk meningkatkan ekspor tersebut.

Sebab, selama ini untuk menjalankan aktivitas ekspor produk tersebut melalui Jakarta atau Surbaya. "Makanya ekspor itu sulit terdeteksi kami. Karena lewatnya Jakarta atau Surabaya, makanya kami minta Jateng juga bisa mempermudah akses," kata dia.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengaku menugaskan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk mendata produk unggulannya.

Hal itu disampaikannya setelah melaksanakan rakor Disperindag Jateng di Hotel Dafam, Pekalongan, Kamis (4/2).

"Di data produk unggulan yang berkualitas dan melimpah, lalu segera ikirimkan ke provinsi," kata dia.

Dia menjelaskan, data produk unggulan itu dapat digunakan untuk menyongsong masyarakat ekonomi Asean (MEA).

Selanjutnya, duta besar dari negara-negara lain yang akan mempromosikannya produk unggulan itu luar negeri. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help