Ngesti Nugraha Sedang Mengonsep Rumah Aspirasi di Kabupaten Semarang

Ngesti Nugraha Sedang Mengonsep Rumah Aspirasi di Kabupaten Semarang

Ngesti Nugraha Sedang Mengonsep Rumah Aspirasi di Kabupaten Semarang
tribunjateng/dok
Ngesti Nugraha Sedang Mengonsep Rumah Aspirasi di Kabupaten Semarang. NGESTI saat kunjungi kantor Tribun Jateng. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Hari ini, Rabu (17/2/2016) pasangan Mundjirin dan Ngesti Nugraha dilantik Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Semarang periode 2016-2021. Berkait hal itu, secara resmi pula besok, Kamis (18/2/2016) keduanya mulai menjalankan tugas kepemimpinan di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Semarang.

Lalu bagaimana janji mereka di saat kampanye dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Semarang 2015 kemarin? Dalam sebuah kesempatan, menjelang seremonial pelantikan yang dipusatkan di Kota Semarang, Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan hingga saat ini tidak pernah lupa terhadap visi, misi, maupun program yang telah dikampanye ketika itu.

“Bahkan sebelum pelantikan, pasca ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang, kami berdua sudah berkoordinasi secara intensif. Prinsip, setelah seremonial pelantikan dan serah terima jabatan (Sertijab), kami mulai kejar program-program prioritas untuk pembangunan di wilayah ini,” jelas Ngesti kepada Tribun Jateng, Rabu (17/2/2016).

Termasuk pula, lanjutnya, janji menjadikan rumah dinas (rumdin) yang akan ditempati selama menjabat Wakil Bupati Semarang sebagai rumah aspirasi masyarakat di Kabupaten Semarang. Hal itu diklaim telah dikomunikasikan dengan Bupati Semarang Mundjirin dan siap saling backup agar semakin optimal dalam memberikan layanan terhadap masyarakat.

“Sejak awal tahun ini, kami sedang proses mengkonsep teknis berkait rumah aspirasi tersebut. Prinsipnya, ke depan siapapun dapat menyampaikan seluruh unek-unek, masukan, kritikan, maupun saran kepada kami secara langsung melalui rumah aspirasi di rumdin tersebut. Selain itu, akan ada agenda rutin diskusi bersama kelompok masyarakat di tiap bulannya,” ungkapnya.

Warga Getasan Kabupaten Semarang itu tak memungkiri apabila seorang pemimpin, terlebih Bupati Semarang tidak bisa secara menyeluruh menjalankan roadshow dari satu desa ke desa lain dalam waktu seminggu bahkan sebulan. Kondisi itu yang menginspirasi pihaknya untuk mendirikan rumah inspirasi dan diharapkan menjadi solusi bersama untuk memajukan Kabupaten Semarang lebih baik ke depannya.

“Harapan kami, semoga melalui rumah aspirasi tersebut, mereka dapat semakin leluasa dan secara langsung menyampaikan persoalan berkaitan wilayah di sekitarnya. Kami juga tidak ingin ada jarak terlalu jauh dengan mereka. Tidak ingin ada kesan terlalu eksklusif antara kami dengan mereka. Selain program tersebut, hal utama dan wajib dilakukan tahun ini adalah pembenahan layanan publik termasuk sarana prasarana pendukung khususnya di wilayah perbatasan,” jelasnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help