Ada Sasaran Tembak dan Lempar Pisau di Latihan JAS Temanggung
Ada Sasaran Tembak dan Lempar Pisau di Latihan JAS Temanggung
TRIBUNJATENG.COM - Sedikitnya 60 orang personel Brimob Polda Jateng terus menyisir sekitar lokasi latihan puluhan anggota Jamaah Ansorus Syariah (JAS) di Dusun Jambon, Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Temanggung, Sabtu (20/2). Saat penyisiran, anggota Brimob menemukan sejumlah benda yang diduga menjadi sasaran tembak dan lempar pisau oleh anggota JAS yang berlatih.
Wakil Kepala Detasemen A Brimob Polda Jateng, Kompol Jodi SM menjelaskan, dari penyisiran anggotanya, memang ada beberapa benda yang ditemukan. Hanya saja, dia tidak bisa merinci temuan benda tersebut.
Jodi mengiyakan dan tersenyum saat disinggung adanya beberapa benda yang diduga menjadi sasaran tembak dan sasaran lempar pisau di sekitar tempat latihan ini. "Semua temuan sudah dibawa ke Polres Temanggung. Nanti biar Polres yang menyampaikan," papar Jodi, usai memimpin pasukan di Mapolres Temanggung.
Dia mengatakan, selama penyisiran ada beberapa kendala seperti medan yang licin karena cuaca dan lainnya.
Kapolres Temanggung, AKBP Wahyu Wim Hardjanto mengatakan, pengamanan terhadap puluhan peserta latihan ini dilakukan setelah mendapat laporan dari warga terkait dengan adanya kegiatan mencurigakan yang dilakukan kelompok ini. “Dari laporan yang ada, kegiatan ini memang dilakukan secara tak lazim baik dari segi tempat maupun waktu latihannya. Latihan di hutan dan malam hari, apalagi dari laporan pesertanya menggunakan pakaian doreng dan sepatu PDL, ala militer. Maka, langsung kami periksa,” jelas Wim.
Dia menambahkan, pemeriksaan terhadap puluhan anggota ini dilakukan sejak penangkapan Jumat (19/2) malam dan pengamanan di Mapolres, Sabtu (20/2) dini hari. Selama 1 x 24 jam, pihaknya akan memeriksa para peserta latihan mencurigakan ini. “Perlu saya tegaskan, ini tidak ada kaitannya dengan terorisme,” tegas Wim.
Adapun terkait dengan senjata dan temuan buku-buku yang ada, Wim memilih irit bicara. Dia mengatakan, secara detil temuan bukti dan juga fakta baru di lokasi latihan akan dipaparkan dalam rilis yang akan digelar oleh Polda Jateng pada Senin (22/2).
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Aloysius Liliek Darmanto juga mengatakan, pihaknya masih memeriksa para terduga kelompok radikal dan jangan dulu dikaitkan aksi terorisme. "Jangan bilang itu teroris dulu. Saat ini prosesnya masih dalam pemeriksaan," katanya saat dikonfirmasi Tribun Jateng, Sabtu.
Ia mengatakan laporan tersebut berasal dari masyarakat sekitar. Warga yang mengamati gerak-gerik sekelompok orang yang mencurigakan di kaki Gunung Sumbing, kemudian melaporkannya pada kepolisian. "Jadi kami berterima kasih pada masyarakat yang melaporkan adanya gerakan mencurigakan," ucapnya. (tribunjateng/cetak/ais/bbb)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kombes-liliek-darmanto-kabid-humas-polda-jateng_20160120_170652.jpg)