Curhat Anggun C Sasmi yang Pernah Diubah Cara berbusana dan Bermake-up jadi "Girl Next Door".

Anggun, yang berasal dari Indonesia, sudah menginternasional setelah merilis album Snow on The Sahara pada 1997.

Curhat Anggun C Sasmi yang Pernah Diubah Cara berbusana dan Bermake-up jadi
KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANG
Michael Bolton berduet dengan Anggun C Sasmi dalam konser An Evening with Grammy Winner Michael Bolton , di The Kasablanka Hall, Mall Kota Kasablanka, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2015) malam. 

TRIBUNJATENG.COM- Penyanyi dan pencipta lagu Anggun C Sasmi (41) menulis opininya tentang go international, pengalamannya masuk industri musik internasional, serta sikap publik Indonesia terhadap mereka yang sudah atau belum berhasil go international.

Dalam tulisan itu, Anggun juga membahas pianis jazz belia Joey Alexander, yang menjadi nomine pada dua kategori Grammy Awards 2016, serta vokalis Agnes Monica atau Agnez Mo, yang masih berusaha mewujudkan mimpinya untuk diterima publik dunia.

Anggun, yang berasal dari Indonesia, sudah menginternasional setelah merilis album Snow on The Sahara pada 1997.

Berikut adalah tulisan Anggun yang berjudul Histeria Go-International dan dipublikasi melalui situs quereta.com pada Minggu (21/2/2016):

Grammy Awards. Ajang kompetisi musik di Amerika Serikat ini merupakan yang terpenting di seluruh dunia.

Boleh dibilang, inilah barometer musik dunia. Tentu saja, ini menurut orang Amerika yang cenderung berpikir bahwa negara mereka adalah pusatnya dunia.

Ketenaran Grammy Awards tidak hanya didukung oleh industri musik Amerika, tapi juga oleh negara-negara lain yang turut ambil bagian dalam mempopulerkannya, walaupun tangga lagunya dipenuhi oleh produk Amerika, seperti Beyoncé, Taylor Swift, Justin Bieber atau Rihanna.

Terlepas Anda suka atau tidak suka dengan musik Amerika, satu hal yang tidak bisa dipungkiri adalah pengaruh mereka dalam industri musik dunia luar biasa, yang bisa mempengaruhi banyak negara lain.

Dalam era globalisasi seperti sekarang, kenyataan ini sangat menggoda para artis yang ingin karyanya dikenal di seluruh dunia. Jika mungkin, lewat pintu Amerika.

Pada tahun 1998, album internasional pertama saya diterbitkan di Amerika Serikat di bawah label Epic, milik Sony Music Entertainment.

Halaman
1234
Editor: a prianggoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved