TribunJateng/

Wow! Tanam Padi Organik Sistem SRI, Petani di Pati Bisa Panen 3,7 Ton Tiap Setengah Hektare

Sedangkan varietas yang ditanam diantaranya mentik wangi organik, IPB 3 S, merah dan hitam

Wow! Tanam Padi Organik Sistem SRI, Petani di Pati Bisa Panen 3,7 Ton Tiap Setengah Hektare
tribunjateng/mamdukh adi priyanto
Petani kelompok tani mustika memanen padi varietas hitam 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kelompok Tani Padi Mustika di Sukolilo, Pati, mencatat hasil panen padi organik sekitar 3,7 ton gabah kering panen (GKP) persetengah hektare. Padi organik yang ditanam menggunakan sistem organik itu menggunakan metode System of Rice Intensification (SRI).

Sedangkan varietas yang ditanam diantaranya mentik wangi organik, IPB 3 S, merah dan hitam. Panen kali ini dilakukan di lahan pertanian Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jumat (18/3/2016).

Ketua Kelompok Tani Padi Mustika, Suroto, menyatakan hasil panen kali ini merupakan uji coba yang ketiga.

Hasilnya pun sangat mengembirakan dengan hasil melimpah namun dengan biaya produksi rendah.

Keberhasilan tersebut, dinilai menjadi penyemangat kelompoknya untuk terus mengampanyekan pertanian organik yang dimulai sejak tiga musim tanam terakhir ini.

Namun, ia mengakui masih ada sejumlah kendala dalam proses penanaman padi organik ini. Yakni dari segi peralatan dan pemasaran.

"Peralatan yang digunakan masih manual yang membutuhkan tenaga banyak. Kesulitan kami saat menyiangi. Dengan menggunakan alat manual di tanah keras seperti ini," ujarnya.

Untuk pemasaran, menurutnya, masih bingung. Sudah ada tengkulak yang mau membeli namun penawaran harga belum cocok. Begitu juga dengan area pemasaran yang masih terbatas.

Meskipun demikian, kata dia, ia akan terus mengkampanyekan padi organik tersebut ke berbagai daerah. Kelompoknya juga sudi untuk mengadakan pelatihan, pendampingan hingga bantuan pupuk organik atau kompos secara gratis kepada para petani yang berminat mencoba mempraktikkan pertanian organik.

"Pupuk organik dan aneka pestisida nabati dibuat sendiri dan tidak ada yang beli. Kami menggunakan bahan yang ada di lingkungan sekitar," imbuhnya.(*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help