TribunJateng/

Cerita Buram Penolakan Warga terhadap Rumah Penampungan Anak Penderita HIV/AIDS di Solo

Dari hasil pertemuan RW, warga menolak jika bangunan bekas TK Pusaka digunakan untuk menampung ADHA, dan kami masih akan mencari tempat penggantinya

Cerita Buram Penolakan Warga terhadap Rumah Penampungan Anak Penderita HIV/AIDS di Solo
IST
JAUHI PENYAKITNYA BUKAN ORANGNYA 

SOLO, TRIBUNJATENG.COM -- Jumlah anak penderita HIV/AIDS (ADHA) yang terdata di Rumah Singgah Yayasan Lentera Solo bertambah menjadi 15 anak.

Pengelola Rumah Singgah Yayasan Lentera Solo, Puger Mulyono mengatakan jumlah ini, bertambah enam anak, dari sebelumnya hanya sembilan pada 2015 lalu.

"Saat ini, totalnya 15 anak. Tambahan enam anak yakni satu berasal Kabupaten Semarang, dua anak dari Kediri, satu dari Wonogiri dan satu di Salatiga," paparnya, Jumat (15/4).

Namun, Mulyono mengatakan, lokasi penampungan bagi anak-anak penderita HIV/AIDS ini sering berganti-ganti lokasi lantaran terdapat penolakan sejumlah warga.

Tempat penampungan sementara saat ini yang menggunakan TK Pusaka di Punggawan, Kecamatan Banjarsari menuai penolakan dari warga setempat.

Penolakan sebelumnya juga dilakukan warga Purwosari, Kecamatan Laweyan dan Kedunglumbu, Kecamatan Pasar Kliwon saat Yayasan Lentera tengah mencari rumah kontrakan untuk penderita ADHA.

"Mereka butuh ruangan yang bersih dan nyaman untuk tinggal, tidur, dan bermain. Satu rumah lebih baik, karena mereka biasanya bergerombol satu sama lain. Selain itu, pengawasan lebih gampang," sambungnya.

Terkait penolakan ini, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo membenarkan adanya penolakan dari warga terkait keberadaan Rumah Singgah Yayasan Lentera Solo.

"Dari hasil pertemuan RW, warga menolak jika bangunan bekas TK Pusaka digunakan untuk menampung ADHA, dan kami masih akan mencari tempat penggantinya," ujar wali kota yang akrab disapa Rudy ini.

Rudy rencananya akan berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk mencarikan lokasi yang refresentatif untuk menampung anak-anak penderita ADHA. (*)

Penulis: suharno
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help