Hari Kartini

Ganjar Minta Belanda Kembalikan Buku Asli 'Habis Gelap Terbitlah Terang', Ini Jawabnya

Ganjar Minta Belanda Kembalikan Buku Asli 'Habis Gelap Terbitlah Terang', Ini Jawabnya

Ganjar Minta Belanda Kembalikan Buku Asli 'Habis Gelap Terbitlah Terang', Ini Jawabnya
tribunjateng/m nur huda/IST
BUKU HABIS GELAP TERBITLAH TERANG dalam judul asli Door Duisternis tot Licht. Buku original masih tersimpan di Museum Bronbeek Belanda. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana meminta buku kumpulan surat yang original ditulis oleh Raden Ajeng Kartini dari Belanda. Buku berjudul 'Door Duisternis tot Licht' atau Dari Kegelapan Menuju Cahaya atau dikenal Habis Gelap Terbitlah Terang, yang diterbitkan tahun 1911 itu, tersimpan di Museum Bronbeek Belanda.

"Buku itu memang benar-benar original, dugaan saya di Indonesia juga ada (lembaran surat Kartini lainnya,red). Kalau memang menemukannya sulit, di Belanda itu siap memberikan kopian surat-surat Kartini ini," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada Tribun Jateng, Jumat (22/4/2016).

Gubernur Jateng bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jateng Prasetyo Aribowo, didampingi Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama Setda Provinsi Jateng, serta perwakilan dari pemerintah RI, pada September 2015 lalu mendatangi Museum Bronbeek Belanda.

"Saat saya di museum sana, saya melihat sendiri, bukunya (Door Duisternis tot Licht', red) original, berbahasa Belanda, dan seluruh ornament di situ (di dalam salah satu ruang museum) memang milik Indonesia. Luar biasa," ungkap Ganjar.

Ia mengungkapkan, pada pertemuan dengan pengelola museum militer Belanda tersebut, pihaknya sudah meminta secara langsung agar seluruh benda yang berasal dari Indonesia khususnya dari Jawa Tengah, dikembalikan.

"Saya sudah minta ada keris dan lain-lainnya. Boleh tidak ini saya minta, anda (Belanda) saya kasih kopinya (untuk museum Bronbeek). Jawabannya mereka luar biasa begini, 'Saya akan kasih anda yang kopinya. Kalau ini punya kami'. Kita sudah rayu-rayu tapi tidak boleh," ungkap Ganjar.

Gubernur mengutarakan, dari pengalamannya melihat langsung koleksi-koleksi benda bersejarah yang asli dari Indonesia di museum Bronbeek, jumlahnya banyak. Bahkan bukan hanya dari Jateng, namun juga dari berbagai daerah di Indonesia dan berbagai negara lain yang pernah jadi jajahan Belanda.

"Buku Kartini aslinya yang saya lihat di Belanda itu salah satu saja," ujarnya.

Adapun dari pertemuan tersebut, imbuh Ganjar, Pemprov Jateng melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, sudah menindaklanjuti dengan mengirim list benda-benda asli dari Jateng ke pengelola museum militer Bronbeek dan pemerintah Belanda, di antaranya buku 'Door Duisternis tot Licht' agar diberi kopiannya. "Kerjasamanya bagus dengan museum Belanda itu, kita tinggal kirim listnya. Dari Dinas Budpar sudah siapkan itu," katanya. (*)

Penulis: m nur huda
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help