Hari Kartini

Sheila Model Nyambi Perancang Kebaya, Harga Produknya Terserah Anda

Sheila Model Nyambi Perancang Kebaya, Harga Produknya Terserah Anda

Sheila Model Nyambi Perancang Kebaya, Harga Produknya Terserah Anda
Tribunjateng/asti Amalia
SHEILA model yang mahir mendesain busana 

TRIBUNJATENG.COM - Perjuangan Kartini mempelopori emansipasi wanita menjadi inspirasi bagi Sheila Garisa (29). Dia ingin menjadi perempuan yang produktif dan mandiri. Dalam melanjutkan semangat Kartini, Sheila memiliki cara tertentu. Dia ingin menjadi perempuan yang berguna dengan menjadi desainer pakaian.

Pakaian yang dia rancang adalah kebaya dan gaun. Perempuan yang juga model ini gemar memakai kebaya di berbagai acara resmi. Karena itu, dia sering membuat kebaya untuk keperluan pribadi. Ternyata teman-teman Sheila mengagumi kreasinya.

Mereka berpendapat kebaya itu terlihat elegan. Akhirnya tak sedikit yang meminta Sheila mendesainkannya. Beberapa di antaranya menyarankan Sheila memantapkan bakat itu menjadi profesi. Melalui pertimbangan panjang, dia pun mantap berprofesi sebagai perancang.

"Usahaku ini sudah berjalan dua tahun. Masih terus merintis sampai sekarang," tuturnya, Minggu (24/4).
Semula Sheila hanya membuat rancangan. Sekarang dia menangani seluruh proses produksi, mulai dari memilih kain hingga mendampingi penjahit.

Dia menggunakan tabungan untuk membeli beberapa kain kebaya dan batik. Hasil belanja itu menjadi stok bahan produksi. Saat berbelanja kain, dia betul-betul berusaha teliti memilih. Kalau ada yang benar-benar bagus, baru dibeli.

Pasalnya, kain juga memiliki tren. Meski pergantian motif dan model tak secepat pakaian jadi.
Ketika berjalan-jalan dan menemukan kain yang apik, biasanya dia langsung membeli. Tak jarang berbelanja dalam jumlah banyak.

Meski boros, Sheila tak menganggapnya sebagai masalah. Kain itu juga menambah stok koleksinya.
"Kunci usaha itu memang terletak pada kain yang bagus. Maka setiap keuntungan saya langsung saya putarkan lagi untuk membeli kain," ujarnya.
Harga kain yang dia beli mulai ratusan ribu rupiah. Semua tergantung pesanan pelanggan.
Sheila pun tidak mematok harga baju rancangannya. Menurutnya, semua amat tergantung dari bahan dan kesulitan desain.

Menjadi perancang juga membuatnya dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. Dia pun bersyukur bisa memberdayakan beberapa orang menjadi penjahit. "Saat ini saya malah lagi butuh tambahan penjahit. Ada beberapa desain sekaligus yang harus segera digarap," imbuhnya.

Penghasilan sebagai desainer lebih banyak dia putarkan lagi. Hanya sedikit yang dia pakai untuk kepentingan pribadi. Dalam mengembangkan usaha, Sheila mulai fokus pada lini ready to wear (pakaian langsung pakai). Langkah ini untuk menjawab permintaan para pelanggan yang sering memesan mendadak. Tidak tertarik membuka butik? "Saya sudah merencanakannya, tapi tak menjadi prioritas dalam waktu dekat," jelas Sheila. (tribunjateng/asti widiyasari)

Penulis: asti widiyasari
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help