Sedang Jalani Pidana, Tri Budi Purwanto Disidang Lagi atas Kasus Korupsi Proyek Pacuan Kuda

Sedang Jalani Pidana, Tri Budi Purwanto Disidang Lagi atas Kasus Korupsi Proyek Pacuan Kuda

Sedang Jalani Pidana, Tri Budi Purwanto Disidang Lagi atas Kasus Korupsi Proyek Pacuan Kuda
tribunjateng/m zainal/dok
Tri Budi Purwanto saat jalani sidang kasus korupsi proyek Kolam Retensi Muktiharjo Kidul, Pedurungan, di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (20/10/2015). 

Laporan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komisaris PT Harmoni Internasional Technology (HIT), Tri Budi Purwanto, yang dipenjara 16 bulan atas kasus korupsi pembangunan kolam retensi Muktiharjo Kidul, kembali disidangkan atas kasus lain. Yaitu kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pacuan kuda (Arrowhead Park) tahap II di Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (10/5/2016).

Dalam sidang perdana yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Tri Budi Purwanto duduk sebagai terdakwa bersama dua orang lainnya. Mereka yaitu Komisaris PT Dutamas Indah, Thomas Hartono, dan Kepala Bidang Bangunan dan Tata Ruang DPU Kabupaten Semarang, Ade Fadjar Wiradi Djati.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Ambarawa, Haerdin mendakwa ketiga tersangka melakukan korupsi secara bersama-sama dalam proyek yang menggunakan anggaran dari APBD Kabupaten Semarang tahun 2012 sebesar Rp 12 miliar. "Atas perbuatan mereka, negara telah dirugikan Rp 1,75 miliar," kata Jaksa Haerdin, dalam pembacaan dakwaannya.

Ia menjelaskan, ketiga terdakwa telah melakukan perbuatan melawan hukum. Banyak poin yang tidak sesuai dengan kontrak pekerjaan dan perbedaan spesifikasi. Meski demikian Ade Fadjar, selaku PPKom, menyatakan pekerjaan telah selesai dan pencairan pembayaran bisa dilakukan.

Kerjasama Operasi (KSO) antara PT HIT dengan PT Dutamas Indah juga sempat bermasalah karena PT Dutamas tidak mendapat kredit modal kerja sehingga tidak menyetorkan dana. Namun berdasarkan kesepakatan keduanya, pekerjaan tetap dilakukan. Proses pengajuan pencairan juga dilakukan meski progressnya baru sekitar 84 persen saja.

Dalam kasus ini, sebelumnya telah menyidangkan satu orang terdakwa yaitu Komisaris PT Tegar Arta Kencana Agus Yuniarto. Agus telah divonis bersalah dan dihukum 17 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan penjara.

Meski sudah disidangkan, dua terdakwa yaitu Thomas Hartono dan Ade Fadjar Wiradi Djati, tidak ditahan. Oleh majelis hakim, kedua terdakwa diminta untuk kooperatif mengikuti sidang. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help