TribunJateng/

Belanja Kain Tenun Troso Khas Jepara, Pengunjung Bisa Ikut Menenun

permintaan yang bertambah, perajin membuat motif sesuai permintaan atau wilayah edar.

Belanja Kain Tenun Troso Khas Jepara, Pengunjung Bisa Ikut Menenun - troso_20160611_175012.jpg
tribun jateng/mamdukh adi
Memintal benang
Belanja Kain Tenun Troso Khas Jepara, Pengunjung Bisa Ikut Menenun - troso-2_20160611_174640.jpg
tribun jateng/mamdukh adi
Pekerja menenun menggunakan alat tenun bukan mesin.
Belanja Kain Tenun Troso Khas Jepara, Pengunjung Bisa Ikut Menenun - troso-3_20160611_175113.jpg
tribun jateng/mamdukh adi
Pakaian dari kain tenun siap dipasarkan.
Belanja Kain Tenun Troso Khas Jepara, Pengunjung Bisa Ikut Menenun - troso-5_20160611_174734.jpg
tribun jateng/mamdukh adi
Seorang pegawai menata etalase kain dan pakaian tenun.
Belanja Kain Tenun Troso Khas Jepara, Pengunjung Bisa Ikut Menenun - troso-4_20160611_175006.jpg
tribun jateng/mamdukh adi
Kain tenun siap dipasarkan.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Seorang pria paruh baya duduk di kursi di depan alat tenun. Tangannya sibuk mengecek beberapa komponen alat yang tampak usang lantaran dipakai setiap hari.

Harusnya, dia tak sendiri. Karena hari masih pagi, beberapa alat tenun di ruangan yang sama masih sepi tak bertuan. Pekerjaan menganyam benang menjadi kain tenun ikat di galeri tenun Troso milik Lestari Indah di Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, itu baru ramai sekitar satu jam berikutnya.

Usaha tenun milik Mulyanto tersebut diwarisi dari orangtua, pasangan H Satibi dan Hj Siti Zaetun. “Bapak dan ibu merintis usaha ini tahun 1960. Awalnya, mereka hanya membuat sarung tenun dan hanya dijual di sekitar Jepara hingga Solo,” kata Mulyono.

tenun troso

Motif tenun yang saat itu dibuat di antaranya corak lontong, tangga dan cemara. Namun, permintaan yang bertambah, perajin membuat motif sesuai permintaan atau wilayah edar. Semisal, membuat kain tenun motif Sumba yang banyak diminati warga di Pulau Bali.

Usaha Lestari Indah mengenalkan tenun Troso hingga luar Jepara pun diapresiasi pemerintah. Meski bukan pelopor tenun, H Satibi menerima penghargaan Upakarti dari Presiden ke-2 RI, Soeharto. Upakarti merupakan penghargaan bagi perajin dan pengusaha kecil yang dinilai berjasa dalam pengabdian dan kepeloporannya.

"Kami bukan yang pertama membuat kain tenun khas Troso namun kami yang memelopori bangkitnya kain Troso dan mengenalkan ke dunia luar. Saat itu, masyarakat tahunya kain tenun ikat Troso dari Bali sehingga kami gencarkan mengenalkan," kata Mulyono.

Menurut Mulyono, ada tiga cara membuat kain tenun. Yakni proses benang lungsi, pakan dan dobby. Proses benang lungsi adalah pembuatan kain tenun dimana desain tenun sudah dibuat dan berada di bawah benang sehingga proses lebih gampang. Kebanyakan, proses yang menggunakan benang besar dan hasil kain tenun lebih tebal ini digunakan di daerah Timur.

Sementara, proses pakan adalah proses membuat kain ikat yang lebih dulu membuat motif. Proses ini banyak digunakan untuk membuat pakaian lantaran hasilnya lebih halus dan kerusakan selama proses menenun bisa diperbaiki.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help