Sweet Home

Cara Keluarga Rektor UIN Walisongo Menata Perabot Rumah, Taman Jadi Tempat Mengaji

Cara Keluarga Rektor UIN Walisongo Menata Perabot Rumah, Taman Jadi Tempat Mengaji

Cara Keluarga Rektor UIN Walisongo Menata Perabot Rumah, Taman Jadi Tempat Mengaji
tribunjateng/hermawan handaka
Cara Keluarga Rektor UIN Walisongo Menata Perabot Rumah, Taman Jadi Tempat Mengaji 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penataan perabot menjadi perhatian Mufidah Muhibin untuk menciptakan suasana aman dan nyaman di rumah. Dia pun memilih menggunakan etalase kaca berkerangka baja ringan untuk menyimpan sekaligus memamerkan koleksi maupun pernak-pernik perlengkapan rumah tangga.

"Tidak sedikit orang yang menilai, etalase dari baja ringan hanya untuk rak piring. Tetapi, bagi saya, rak tersebut bisa dimanfaatkan untuk semua tempat," paparnya.

Hampir di setiap sudut rumah rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo ini terdapat etalase kaca. Di ruang tamu, etalase kaca berbentuk kotak, diisi ratusan koleksi buku-buku islami. Di sudut lain, ratusaan piala dan plakat tersusun rapi di rak kaca.

Pemandangan serupa di dapatkan di ruang keluarga. Pernak-pernik souvenir maupun mainan putera-puteri sang pemilik rumah, tertata rapi di etalase kaca. Seperti halnya di ruang tamu, di sudut ruang tengah juga terpajang piala dan plakat yang juga berada di rak kaca.

Begitu pula saat memasuki dapur dan ruang tidur. Rak berangka baja ringan menjadi pilihan Mufidah menyimpan peralatan dapur, baju dan tas cantik. "Selain lebih rapi, rak kaca juga awet. Saya kapok memakai almari atau rak dari kayu sebab bisa rusak dimakan rayap," ungkap Mufidah.
Perawatan etalase kaca juga dinilai tidak ribet. Mufidah cukup mengelap menggunakan kain lembut agar terbebas dari debu.

Wanita yang hafal Alquran ini mengatakan, seluruh etalase kaca di dalam rumah dibuat berdasar pesanan. Mulai tinggi dan lebar, semua disesuaikan luas ruang tempat rak akan ditempatkan.
Sementara, untuk perabotan lain, semisal kursi dan meja, wanita asli Purwodadi ini memilih kayu jati sebagai bahan utama. "Saya bukan tipe yang suka gonta-ganti perabot jadi pinginya satu tapi awet," tutur Mufidah.

Taman Sekaligus Tempat Mengaji

Mufidah Muhibbin memanfaatkan halaman belakang lewat beragam tanaman bermanfaat. Isteri rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Prof Dr Muhibbin ini ingin, taman tersebut tidak hanya sekedar pemanis namun juga memberi nilai lebih.

Beragaam tanaman, di antaranya belimbing, kedondong, daun tapak, tanaman rambat, daun pelangi dimanfaatkan sebagai pelengkap bahan masakan. "Kalau ingin sayur asam, tinggal ambil daun belimbing atau kedondong. Bila ingin makan pecel, tinggal petik gelandir, tidak perlu keluar rumah," jelasnya.

Untuk mempercantik taman, Mufidah membuat kolam yang berisi puluhan ikan mas dan patin putih. Mufidah mengaku, seluruh ikan-ikan tersebut sudah dianggap bagian keluarga. Pasalnya, saat dia sendiri di rumah, puluhan ikan yang meliuk-liuk di dasar kolam selalu menemani dan membuat Mufidah merasa nyaman.

Suasana yang hadir di taman, yang dipenuhi tumbuhan, membuat halaman belakang terasa adem. "Taman ini menjadi tempat saya menghabiskan waktu, sering saya mengaji, berdzikir berlama-lama di taman ini," terangnya. (tribunjateng/dini suci)

Rumah Prof Dr Muhibbin - Mufidah Muhibbin
Alamat: Jalan Pringgodani, Bangetayu Wetan
Luas Tanah: 1.500 meter persegi
Luas bangunan: 1.000 meter persegi
Type bangunan : Dua lantai

Penulis: dini
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help