Membangun Rasa Persahabatan di Era Globalisasi di Silaturrahim Syawal 1437 H DPP LDII

Globalisasi yang telah bersifat keniscayaan tersebut, menghasilkan suatu resultant sebagai akibat perbenturan nilai,

Membangun Rasa Persahabatan di Era Globalisasi di Silaturrahim Syawal 1437 H DPP LDII
Ist/Tribunnews.com
Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo pada pembukaan acara Silaturahim Syawal 1437 H. 

TRIBUNJATENG.COM,JAKARTA -- Sudah dimaklumi bersama, bahwa globalisasi merupakan akibat dari perkembangan dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK/ICT) yang berakumulasi dengan teknologi Transportasi.

Pada tataran manusia individu, maka globalisasi merupakan serbuan informasi, baik melalui teknologi TIK maupun melalui relasi-relasi personal yang ditemui dari berbagai tempat di dunia, serta informasi yang berujud fisik langsung, yaitu yang berupa barang dan jasa yang selalu bersifat baru.

Demikian disampaikan Prasetyo Sunaryo, Ketua DPP LDII jelang pembukaan acara Silaturahim Syawal 1437 H. yang diselenggarakan oleh DPP LDII di Kantor Pusat Jl.Tentara Pelajar No.27, Patal Senayan Jakarta Selatan.

"Akibat dari keadaan globalisasi yang dialami para individu, maka akan terjadi perbenturan nilai, antara nilai-nilai yang dianut yang berasal nilai budaya dari lingkungan kehidupannya dengan nilai yang berasal dari luar dirinya yang diketahui atau dikenalinya berdasar informasi, baik yang diperoleh dari teknologi dan yang berasal dari hasil relasi-relasi antar individu manusia," jelas Prasetyo Sunaryo (Rabu, 19/7/2016).

Selanjutnya, kata Pras, globalisasi yang telah bersifat keniscayaan tersebut, menghasilkan suatu resultant sebagai akibat perbenturan nilai, yang berupa lahirnya sikap-sikap baru sebagai manifestasi dari perkembangan wawasan yang diperolehnya.

Sikap-sikap baru tersebut hakekatnya merupakan upaya penyesuaian dirinya terhadap era globalisasi yang pada akhirnya, dinamika umat manusia dalam menghadapi globalisasi, selain dapat membawa berbagai manfaat, ternyata juga menimbulkan persoalan baru, yaitu terjadinya peningkatan angka kemiskinan pada tingkat global.

"Terungkap, bahwa untuk kawasan Afrika saja, jumlah penduduk miskin di wilayah itu saat tahun 2015, berjumlah 416 juta penduduk kategori miskin dengan pendapatan kurang dari 1,25 dolar per hari. Kawasan Asia Selatan adalah wilayah yang paling banyak terkena dampak pertambahan penduduk miskin yang sebelumnya hanya 7 juta orang, menjadi 407 juta orang. Angka kemiskinan juga akan segera bertambah di Amerika Latin, yang sebelumnya hanya 157 juta orang meningkat menjadi 293 juta orang sehingga total penduduk miskin di dunia mencapai hampir 1 milyar manusia," Tandas Pras.

Mencermati keadaan tersebut, maka acara silaturahim syawal 1437 H yang diselenggarakan DPP LDII, mengangkat tema "Membangun Rasa Persahabatan di Era Globalisasi" ini, adalah merupakan perwujudan nilai kemanusian yang juga merupakan pengamalan Pancasila sebagai sedikit upaya sumbangsih bagi umat manusia untuk sekedar mengingatkan kembali perlunya peningkatan rasa persahabatan antar manusia melalui peningkatan intensitas silaturahim, sebagai bagian dari upaya mengurangi terjadinya konflik dan sekaligus membangun kebersamaan untuk mecoba mengatasi kemiskinan, baik tingkat lokal maupun secara bersama antar bangsa pada tingkat global.

Profesr Abdullah Syam, Ketua Umum DPP LDII dilokasi acara silaturahim syawal 1437 H, kepada wartawan mengatakan bahwa, dengan adanya silaturahim, akan terjalin saling mengenal (ta'aruf), tafahum (saling memahami satu dengan yang lain dalam kemajemukan), dengan demikian tentu akan saling menjamin, selanjutnya akan terbentuk sinergi.

Silaturahim Syawal yang sedianya akan dihadiri oleh menteri sosial, Khofifah Indar Parawansa, dan Profesor Nazarudin Umar yang akan memberikan tausyiah, namun keduanya berhalangan.

Hadir pada acara tersebut, beberapa duta besar luar negeri untuk Indonesia, seperti Britain, Norwey, USA dan Singapura. Para pimpinan ormas, seperti NU, Muhammadiyah, Syarekat Islam, Persis, dan para tokoh lintas agama, yang tergabung dlam forum komunikasi umat beragama (FKUB) juga hadir.

"Dengan silaturahim ini, tentu akan terjadi saling mengenal, (ta'aruf), saling memahami, selanjutnya akan terjadi sinergi untuk menjadikan sesuatu kekuatan dalam menyelesaikan persoalan bangsa. dimana bangsa ini kita semua tau sekarang sedang mendapat cobaan degradasi jati diri, degradasi ideologi, bahkan degradasi karakter (moral) hingga degradasi trust.barangkali dengan kita silaturahim syawa ini, kita ada solusi-solusi ke arah memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang berdasar Pancasila dan UUD 45 ini," jelas Abdullah Syam.

Silaturahim Syawal 1437 H. yang acaranya dipandu oleh Ben Kasyafani, juga dihadiri oleh para tokoh dari kalangan Legislatif, seperti anggota DPR dari Fraksi PAN, Fraksi Golkar, Fraksi PPP, dan Fraksi Gerindra, dihadiri pula oleh Panglima TNI yang diwakili oleh Danrindam, dari mabes Polri Kasub Binpolmas serta tamu undangan dari berbagai lapisan masyarakat. (Hasanudin Aco)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved