Mulai Agustus 2016, Stasiun Bojonegoro Masuk Wilayah Daop VIII

Mulai 1 Agustus 2016 mendatang, Stasiun Bojonegoro yang selama ini merupakan wilayah PT KAI Daop IV Semarang, masuk ke wilayah kami di PT KAI Daop VII

Mulai Agustus 2016, Stasiun Bojonegoro Masuk Wilayah Daop VIII
bangsaonline.com
Stasiun Bojonegoro 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Manager Humasda PT KAI Daerah Operasional (Daop) VIII Surabaya, Suprapto menginformasikan kabar berkait batas kewilayahan antara PT KAI Daop IV Semarang dan PT KAI Daop VIII Surabaya yang dalam waktu dekat bakal dipastikan berubah.

"Mulai 1 Agustus 2016 mendatang, Stasiun Bojonegoro yang selama ini merupakan wilayah PT KAI Daop IV Semarang, masuk ke wilayah kami di PT KAI Daop VIII Surabaya. Selain Stasiun Bojonegoro, ada dua stasiun lintasan lain yang juga menjadi wilayah kami di bulan depan," kata Suprapto kepada Tribun Jateng, Rabu (27/7/2016).

Menurutnya, dua stasiun lain yang dimaksud itu adalah Stasiun Tobo dan Stasiun Kalitidu yang selama ini juga masuk di area PT KAI Daop IV Semarang atau berada di antara Stasiun Cepu dengan Stasiun Bojonegoro. Meskipun ada tiga stasiun yang masuk wilayahnya, terdapat pula tiga stasiun yang lepas dari PT KAI Daop VIII Surabaya.

"Ketiga stasiun yang selama ini kami kelola yakni Stasiun Blitar, Stasiun Talun, dan Stasiun Garum. Ketiganya masuk ke wilayah PT KAI Daop VII Madiun. Pergeserean pengelolaan tersebut pun berlaku pada 1 Agustus 2016 mendatang. Dan dari perubahan tersebut, secara umum kami tetap akan mengelola sebanyak 52 stasiun," ujarnya.

Dia menyampaikan, sesuai instruksi dari pimpinan di kantor pusat PT KAI, perubahan batas kewilayah tersebut dimaksudkan untuk semakin mengefektifkan dan mempermudah koordinasi kewilayahan sehingga dapat semakin pula mengoptimalkan potensi transportasi kereta api.

"Dampaknya tentu juga terjadi di perubahan struktur organisasi kerja yang saat ini sedang kami siapkan. Kami optimis, atas amanah tiga stasiun yang menjadi tanggungjawab kami, bisa turut serta meningkatkan pendapatan di kegiatan transportasi kereta api di wilayah kami. Untuk hal-hal lain, sedang kami terus koordinasikan baik dengan PT KAI Daop IV Semarang maupun PT KAI Daop VII Madiun," jelasnya.

Terpisah, Manager Humasda PT KAI Daop IV Semarang Gatut Sutiyatmoko mengutarakan telah memperoleh informasi tersebut. Namun pihaknya belum bisa berkomentar terlalu banyak karena masih menunggu surat keputusan dari kantor pusat. Bersamaan dengan info tersebut, rencana tidak ada stasiun yang masuk ke PT KAI Daop IV Semarang, meskipun ada tiga yang lepas.

"Total stasiun saat ini yang masuk wilayah kami yakni sekitar 47 stasiun. 46 di antaranya merupakan stasiun lintas aktif. Sedangkan yang satunya adalah Stasiun Ambarawa atau yang dikenal masyarakat sebagai Museum KA Ambarawa. Untuk saat ini, kami tidak ada informasi perolehan tambahan stasiun dari wilayah lain sebagai pengganti tiga stasiun yang hendak lepas ke PT KAI Daop VIII Surabaya," papar Gatut. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved