TribunJateng/

Desa Bekonang, Sentra Pembuatan Alkohol yang Melegenda sejak Zaman Belanda

siapa sangka di balik ketenangan desa itu ternyata menjadi sentra industri alkohol yang melegenda sejak zaman Belanda.

Desa Bekonang, Sentra Pembuatan Alkohol yang Melegenda sejak Zaman Belanda
KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo
Tetes tebu dengan campuran tetes air dan mikroba yang difermentasi dalam gentong-gentong sentra industri alkohol Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2016). 

TRIBUNJATENG.COM, SURAKARTA - Siang itu matahari berhasil membuat badan berkeringat. Roda sepeda masih berputar menyusuri jalan-jalan kecil di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Ya, terkadang stang sepeda melambung ke Jalan Rm. Hartono dan bergabung bersama kendaraan bermotor.

Kami berbelok di Jalan Bekonang menyusuri pinggir sawah yang menghampar hijau. Beberapa orang terlihat tengah duduk santai sambil mengumbar senyum tawa. Tak ada lalu lalang kendaraan layaknya ibukota.

Namun, siapa sangka di balik ketenangan desa itu ternyata menjadi sentra industri alkohol yang melegenda sejak zaman Belanda. Ya, mayoritas perajin alkohol 90 persen tinggal di Desa Bekonang.

KompasTravel sempat mengikuti paket wisata Accor Solo Heritage Cycling beberapa waktu lalu. Dalam paket tersebut, KompasTravel diajak berkeliling sentra industri yang ada di Kecamatan Mojolaban.

Beberapa rumah perajin alkohol tinggal di sekitar jalan Desa Bekonang. Puluhan drum-drum berisi air kecoklatan yang berbuih memenuhi dapur pembuatan alkohol.

Sepi dan hanya terdengar suara dari tungku perapian. Hanya sesekali pekerja mengecek alat destilasi dan drum-drum air warna kecoklatan itu.

alkohol
Salah satu rumah industri pembuatan alkohol di Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (21/7/2016). Sentra industri pembuatan alkohol adalah salah satu tempat yang dikunjungi dalam paket Accor Solo Heritage Cycling. (KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO)

Ketua Paguyuban Pengrajin Alkohol Bekonang, Sabariyono mengatakan, Desa Bekonang memang terkenal sebagai pusat pembuatan alkohol selain di Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Ia menyebutkan, perajin alkohol di dua kecamatan tersebut berjumlah sekitar 120 kepala keluarga.

"Sebenarnya di sini perizinan dan legalitasnya untuk pembuatan alkohol medis untuk kesehatan. Tapi sejak dulu memang terkenal ke luar daerah sebagai pembuatan minuman keras, Ciu. Dari tingkat kabupaten, (Desa Bekonang) diarahkan untuk membuat alkohol medis. Bahkan nantinya untuk bahan bakar bioetanol," kata Sabariyno kepada KompasTravel saat ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu.

Sejak dulu, menurut Sabariyono, produksi alkohol di Desa Bekonang berawal dari zaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1940-an. Awal mula pembuatan di Desa Bekonang adalah untuk minuman ciu berkadar 35 persen.

Halaman
12
Editor: rustam aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help