Adib Ambil Makanan Saat Khataman Alquran di Mranggen Dihajar Massa hingga Tewas

Adib Ambil Makanan Saat Khataman Alquran di Mranggen Dihajar Massa hingga Tewas

Adib Ambil Makanan Saat Khataman Alquran di Mranggen Dihajar Massa hingga Tewas
TRIBUNJATENG/PUTUT DWI PUTRANTO
Busri (55) dan istrinya Rihanah (46), mendatangi Kantor LB Demak Raya di Jalan Bogorame, RT 1 RW 1, Kelurahan Mangunjiwan Demak, Jumat (05/8/2016). Mereka menuntut keadilan tekait anaknya yang tewas dikeroyok massa gara gara dituduh ambil makanan di toko saat Khataman Alquran di Mranggen. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Puthut Dwi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Busri (55) dan istrinya Rihanah (46), mendatangi Kantor Lembaga Bantuan Hukum (BLH) Demak Raya di Jalan Bogorame, RT 1 RW 1, Kelurahan Mangunjiwan Demak, dengan wajah lesu, Jumat (05/8/2016).

Didampingi beberapa kerabatnya mereka mengadu terkait kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan putranya yang bernama Abdullah Adib (23).

Mereka ingin menuntut keadilan karena yakin anak mereka tidak bersalah dalam insiden nahas, main hakim sendiri itu. Rihanah terus saja menangis saat itu mengingat mendiang anaknya.

Disampaikan, sebelum kejadian, pada 29 Mei lalu, Abdullah Adib, berpamitan kepada orangtuanya pergi ke Pondok Pesantren Al Furqon Desa Batursari Kecamatan Mranggen untuk menghadiri khataman adiknya, Nur Izzah Maulana.

Usai acara khataman, Adib sapaannya, masuk ke salah satu rumah toko untuk mengambil makanan. Namun nahas, tanpa diduga anak pemilik rumah meneriaki Adib maling. Warga yang berada di dekat lokasi langsung bertindak anarkis dan mengeroyok korban hingga tewas.

"Sudah biasa jika ada acara khataman di pesantren warga di sekitar pasti menyediakan makan bagi santri atau tamu. Nah, anak saya makan di rumah warga malah dituduh dan dikeroyok sampai mati, " kata Rihanah.

Menurut Rihanah, Adib merupakan anak yang penurut dan baik. Sejak kecil anak kedua dari empat bersaudara itu hidup di lingkungan sekolah yang berbau santri. Setelah lulus dari SMK Pontren Darussalam, korban bekerja menjaga ternak ayam milik pamannya di Sarang Rembang. Rihanah sendiri tak habis pikir, anaknya dituding mencuri hingga berujung maut.

"Setelah mendapat kabar anak saya meninggal, kami langsung membawa jenasahnya pulang dan dimakamkan. Tapi sampai saat ini saya masih teringat terus, dia anak baik. Anak saya tak mungkin mencuri. Dia hanya korban, " papar dia.

Sementara Busri menambahkan, sejak kejadian itu dirinya langsung melaporkan kasus tersebut ke Polsek Mranggen. Namun, hingga sekarang belum ada kejelasan perkembangannya.

"Kami datang ke LBH ini untuk memberi kuasa supaya kasus ini dapat berlanjut. Kami inginkan keadilan," terang Guru Ngaji ini.

Direktur LBH Demak Raya, Misbahul Munir, menambahkan, pihaknya akan mendampingi keluarga korban dalam upaya mencari keadilan. Apalagi, dari hasil investigasi, korban tidak memiliki catatan kriminal.

"Langkah pertama kami akan klarifikasi ke polisi terkait sampai mana kasus ini ditangani. Karena pihak keluarga belum menerima surat tanda penerimaan laporan," tandasnya.

Seperti diberitakan Tribun, seorang pria tak dikenal tewas dikeroyok massa di Dukuh Tlogo RT 04 RW 08, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Demak, Minggu (29/5/2016) malam. Oleh kerumunan warga, pria tanpa identitas ini dihakimi lantaran tertangkap basah blusukan di rumah seorang warga tanpa izin. (*)

Penulis: puthut dwi putranto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved