Sweet Home

Gazebo untuk Mempercantik Rumah, Pilih Bahan Kayu Jati Biar Awet

Gazebo untuk Mempercantik Rumah, Pilih Bahan Kayu Jati Biar Awet

Gazebo untuk Mempercantik Rumah, Pilih Bahan Kayu Jati Biar Awet
tribunjateng/hermawan handaka
GAZEBO 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Gazebo menjadi pilihan tepat bersama keluarga, melepaskan penat. Desain gazebo lebih terbuka membuat setiap orang bisa leluasa menikmati udara segar sambil bercengkerama. Alasan ini pula yang mendorong Retno Wijayanti menghadirkan gazebo untuk mempercantik taman di belakang rumah.

Perempuan yang akrab disapa Rere ini mengatakan, saung di belakang rumah tak hanya menjadi tempat relaksasi anggota keluarga tapi juga kala bersama teman. "Gazebo jadi bagian penting dari rumah, meski berada di luar, sebab membuat suasana lebih akrab dan santai," paparnya.
Di gazebo tersebut, Rere dan kekuarga biasa bersantai sembari menikmati teh hangat di pagi hari. Juga, mendengarkan musik relaksasi sembari menikmati sejuknya udara pagi.

Alumnus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang ini mengungkapkan, awalnya, dia membangun gazebo berbahan bambu namun satu tahun berjalan, Rere mengganti dari bahan kayu jati.

Ketua Cosmo Ladies Semarang ini mengakui, secara kualitas, kayu jati lebih awet di tengah cuaca ekstrim Kota Semarang. Selain itu, secara artistik, gazebo kayu jati memberi nuansa adat Jawa yang kental, melalui ukiran di tiang. Rere mempermanis gazebo menggunakan lampu hias yang membuat suasana malam terasa romantis di taman.

Tidak hanya Rere, gazebo juga dipilih Retno Agustina sebagai tempat relaksasi di tengah padatnya mengurus berbagai usaha keluarga. Perempuan yang mengoleksi ratusan kacamata bermerk ini sengaja membuat gazebo yang berdampingan dengan kolam renang pribadi di kediaman di daerah Bukit Sari, Tembalang.

"Konsep awal saya dan suami adalah ruang keluarga yang memiliki suasana alam sehingga suasana lebih cair," ujarnya.

Retno diuntungkan memiliki rumah seluas hampir 400 meter persegi. Dia pun bisa mendesain konsep rumah idaman, termasuk menempatkan gazebo di halaman bagian belakang, di samping kolam renang.
Retno mempertimbangkan berbagai faktor saat membangun gazebo, termasuk desain dan kualitas kayu. Desain gazebo miliknya terinspirasi rumah joglo. Keempat tiangnya merupakan gelugu kelapa utuh. Tak banyak ukiran. Beratap limas menggunakan material genteng tanah. Berada di bawah pohon palem, suasana kolam pun semakin asri.

Untuk mempermanis saung, Retno menambahkan bantal hias dan karpet sebagai aksesoris. "Gazebo ini boleh dibilang menjadi rumah terbuka di dalam rumah sebab saya dan keluarga banyak menggabiskan waktu bersama di sini, terutama weekend," ungkap ibu dua anak ini.

Novi Soekirman | Business Manager Onto Juno Custom Interior Design

Secara umum, gazebo digunakan penghuni rumah sebagai tempat berkumpul, baik bersama keluarga, sanak saudara atau teman.

Gazebo biasanya diletakkan di luar rumah sehingga dibutuhkan material yang kuat, bertahan akan perubahan suhu, baik terkena air hujan atau panas terik matahari.

Kebanyakan, gazebo terbuat dari kayu dan bambu. Bila ingin memiliki gazebo lebih awet, gunakan kayu jati, kayu bengkarai, atau kayu sungkai berkualitas. Sementara, penggunaan bambu lebih rawan rubuh dan jamur.

Penempatan gazebo bisa disesuaikan sudut rumah yang memiliki view paling cantik, semisal, di taman depan, di samping, maupun di halaman belakang.

Perhatikan pula luas rumah. Jangan tempatkan gazebo di bagian depan jika luas rumah termasuk kecil. Sebaliknya, bila ukuran rumah dan luas lahan besar, gazebo bisa ditempatkan dimanapun.
Desain gazebo sebaiknya disesuaikan konsep rumah meski bangunannya terpisah. Semisal, rumah mengusung klasik maka gazebo kayu berukir bisa jadi alternatif. (tribunjateng/dini suci)

Penulis: dini
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help