Jemaah Haji 2016

Kemenag Jamin Jemaah Calon Haji Tidak Tertunda Terbang

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Abdul Djamil meyakinkan, masih adanya visa jemaah calon haji belum jadi tidak pengaruhi jadwal berangkat.

Kemenag Jamin Jemaah Calon Haji Tidak Tertunda Terbang
tribunjateng/suharno/dok
Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Abdul Djamil meyakinkan, masih adanya visa jemaah calon haji belum jadi tidak pengaruhi jadwal berangkat. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Abdul Djamil meyakinkan, masih adanya visa jemaah calon haji yang belum jadi tidak akan mempengaruhi jadwal keberangkatan ke Tanah Suci.

Djamil menjelaskan, pembuatan visa pada 2016 ini, dibagi dua gelombang. "Untuk gelombang pertama sudah selesai 100 persen. Adapun, untuk gelombang kedua, tinggal beberapa persen lagi," ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Kamis (11/8).

Djamil menambahkan, pihaknya tidak ingin mengulang peristiwa serupa seperti ibadah haji pada 2015. Saat itu banyak jemaah calon haji yang tertunda keberangkatannya beberapa hari karena visanya belum jadi.

"Dahulu kan waktu pembuatannya berbarengan. Ternyata banyak jemaah yang seharusnya berangkat awal, visanya belum jadi dan yang berangkat belakangan, visanya malah sudah jadi," sambungnya.
Djamil memberikan jaminan bahwa kejadian pada 2015 lalu tidak terulang pada tahun ini. "Setiap jemaah calon haji yang akan berangkat, kami pastikan visa telah jadi," tandasnya.

Sementara itu, terkait belum keluarnya visa sejumlah jemaah calon haji (calhaj) asal Kabupaten Brebes, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Brebes, Imam Hidayat, mengatakan, ada visa empat calon haji belum keluar.

"Insyaallah Kamis (11/8) ini (kemarin-Red), sebelum berangkat ke Tanah Suci visa sudah keluar dan dibagikan di Embarkasi Solo," kata Imam.
Untuk menindaklanjuti kendala tersebut, pihaknya juga akan aktif berkomunikasi dengan petugas di Embarkasi Solo ataupun Kementerian Agama RI.

Empat dari 1.250 calon haji yang visanya belum turun, kata dia, berasal dari kelompok terbang (kloter) delapan dan sembilan. Kloter tersebut sudah berangkat ke Asrama Haji Donohudan Boyolali Rabu (10/8) pukul 23.00.

Menurutnya, belum keluarnya visa keempat calon haji tersebut disebabkan beberapa hal. Satu diantaranya adalah karena keterlambatan dalam pembuatan paspor.
Hal ini terjadi karena pada saat diberikan waktu untuk melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) setelah Keppres yang menetapkan BPIH tahun ini keluar, calon haji ada yang menundanya karena melihat kurs dollar Amerika Serikat yang sedang naik.

Calon haji berharap bisa melunasinya pada saat kurs dollar turun. Namun ternyata ketika kurs dollar tidak turun dan malah cenderung terus naik, barulah calhaj melunasi pembayaran BPIH. Kondisi tersebut menyebabkan pengurusan paspor juga menjadi terlambat.

"Premanifest calon haji yang dikirimkan ke Jakarta jadi terlambat. Begitu juga saat masuk ke kedutaan," ujarnya.

Sembari menunggu visa keluar, calon haji menunggu di Embarkasi Solo. Namun, jika visa turun setelah rombongan satu kloter berangkat, calon haji akan tetap di Emberkasi Solo sampai visa turun.
Jemaah haji asal Brebes terbagi dalam lima kloter. Awalnya, jemaah yang berangkat 1.252 orang, namun ada dua calhaj yang batal berangkat lantaran meninggal dunia. Sehingga hanya ada 1250 calhaj yang jadi berangkat. (tribunjateng/cetak/har/mam)

Penulis: suharno
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help