Sweet Home

Cara Pengacara di Manyaran Membangun Rumah di Lahan Miring

Tanah merupakan elemen paling dasar dalam membuat rumah. Tapi, bagaimana jika tanah tempat rumah akan dibangun tak rata atau miring?

Cara Pengacara di Manyaran Membangun Rumah di Lahan Miring
TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA
Rumah Dipa Yustia berlamat di Manyaran, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tanah merupakan elemen paling dasar dalam membuat rumah. Tapi, bagaimana jika tanah tempat rumah akan dibangun tak rata atau miring?

Hal inilah yang dialami keluarga Dipa Yustia. Dipa mengatakan, lahan seluas 205 meter persegi yang dibeli sekitar tahun 2011 di daerah Manyaran, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, itu punya kontur miring.

"Kemiringannya bisa dikatakan ekstrem karena terjal. Awalnya, sama pemilik sebelumnya, dijual sepotong-sepotong. Tapi setelah saya nego, bisa dibeli menyeluruh," jelas Dipa yang berprofesi sebagai lawyer ini.

Seusai membeli, Dipa kebingungan menentukan bentuk rumah yang akan dibangun. Dia pun berkonsultasi ke seorang kawan yang kebetulan arsitek. Hasilnya, Dipa diminta membangun rumah mengikuti kontur tanah yang ada.

"Sempat mau diurug agar teksturnya rata sehingga pembangunan rumah lebih mudah tapi hasil konsultasi ke arsitek, katanya biaya jauh lebih mahal. Akhirnya, ditawari konsep membangun rumah mengikuti tekstur tanah yang ada," jelasnya.
=================================
DATA RUMAH :
Rumah Dipa Yustia
Alamat: Manyaran, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang
Luas Tanah: 205 meter persegi
Tipe Tanah: Berundak di lahan miring
Tipe Bangunan: Dua lantai
=================================

Dipa menjelaskan konsep yang dipakai untuk membangun rumah itu disebut split level atau dikenal lewat istilah membuat rumah dilengkapi lantai berjenjang. Artinya, lantai rumah dibangun bertingkat mengikuti bentuk tanah yang memiliki ketinggian berbeda.

Di dataran paling rendah, Dipa memanfaatkan sebagai basement dan garasi. Sementara, di undakan yang lebih tinggi dibuat menjadi ruang keluarga dan ruang makan. Di undakan paling atas digunakan sebagai ruang tidur keluarga. "Jadi, kalau orang meliat dari luar, rumah kami seperti tiga lantai padahal cuma dua lantai," ungkapnya.

Semua ruang antar undakan dihubungkan menggunakan anak tangga yang dirancang lebih lebar dan tingkat kemiringan landai. Tujuannya, tubuh tidak mudah letih saat turun atau menaiki anak tangga.
"Ada sekitar enam anak tangga yang dibuat tidak terlalu curam agar nyaman untuk naik turun karena itu akses utama menghubungkan setiap ruangan," ujar Dipa.

Yang menarik, rumah bertema minimalis tropis itu dirancang sebagai rumah tumbuh. Setiap rumah dibuat secara bertahap, terutama, selain lebih unik juga ekonomis.
"Jadi, ruang yang tercipta lebih unik. Contohnya, ruang keluarga di atas basement ini dirancang setelah basement jadi. Karena ada ruang kosong, kami buat sebagai ruang keluarga dan tempat salat yang ditutup tidak pakai cor tetapi rangka kayu dilapisi lembaran kayu tebal. Lebih ekonomis tapi tak meninggalkan nyamannya," kata bapak dua anak ini.

Susunan Lantai Fleksibel

Menurut I Gde Eka Pramana seorang Arsitek dari Manasara Architect, tanah miring atau berkontur, bagi kebanyakan orang dianggap sebagai lahan tidak siap bangun. Makanya, tak banyak yang mau melirik apalagi jika konturnya ekstrem.

Banyak diantaranya yang berpikir, membangun rumah di bidang tanah miring membutuhkan banyak biaya. Apalagi, jika harus melakukan urug lebi dulu. Tapi, sebetulnya, tanah berkontur miring punya kelebihan. Di antaranya, bisa dieksplorasi secara arsitektural lewat konsep split level.

Kelebihan menggunakan konsep split level ini, kita bisa menciptakan ruang-ruang baru yang tak diduga sehingga ruang yang tercipta seakan lebih lega dari rumah berkonsep lain. Ruang-ruang yang tercipta juga tidak monoton karena border atau batas ruang adalah perbedaan ketinggian, bukan dinding.
Selain itu, susunan lantai yang fleksibel dapat mengakomodasi kebutuhan ruang secara maksimal pada lahan terbatas sehingga membuat lahan yang luas menjadi semakin luas.

Memang agak ribet di proses konstruksi tapi kalau sudah direncanakan secara matang, tidak susah sama sekali. Makanya, perlu menggunakan jasa arsitek untuk mengonsepnya. (tribunjateng/galih priatmojo)

Penulis: galih priatmojo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help