KASUS NARKOBA

Jualan Mi Ayam Nyambi Edarkan Sabu, Ternyata Punya Link dengan Napi Nusakambangan

Jualan Mi Ayam Nyambi Edarkan Sabu, Ternyata Punya Link dengan Napi Nusakambangan

Jualan Mi Ayam Nyambi Edarkan Sabu, Ternyata Punya Link dengan Napi Nusakambangan
TRIBUNNEWS.COM
Barang bukti pengungkapan kasus narkoba 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL- Tersangka NR (46), pedagang mi ayam keliling yang nyambi sebagai pengedar sabu, diserahkan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah (Jateng) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tegal. Pelimbahan NR, yang ditangkap oleh petugas BNN Kota Tegal bersama BNNP Jateng di area parkir RSUD Kardinah Kota Tegal, 2 Juli 2016 lalu, sudah disertai kelengkapan berkas atau P21 sehingga siap disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Tegal.

Kepala BNN Kota Tegal, M Jaka Eka Syaifi, mengatakan, pascapenangkapan oleh petugas, NR, yang merupakan warga asli Purwokerto, Kabupaten Banyumas, langsung diserahkan ke BNNP Jateng untuk diperiksa. Sebab, BNN Kota Tegal tidak mempunyai kewenangan untuk menyidik.

"Penangkapan terhadap NR dilakukan melalui upaya pengintaian sejak Februari 2016. Saat ditangkap, tersangka membawa barang berupa satu paket sabu kristal seberat 51,4 gram. Ia hendak melakukan transaksi dengan seorang pembeli," kata Jaka, Sabtu (13/8).

Berdasarkan pengakuan tersangka, barang terlarang tersebut didapatkan dari seseorang di Jakarta. Kemudian, tersangka mengedarkannya ke berbagai daerah. Daerah sasaran peredaran sabu NR di Jateng meliputi Tegal, Brebes, Temanggung, dan Banyumas.

"Tersangka mengaku punya penghubung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan. Penghubung itulah yang mengendalikan peredaran sabu," imbuh Jaka.

NR bisa kenal dengan penghubung itu lantaran juga pernah mendekam selama lima tahun di sel Lapas Nusakambangan. Ia ditahan karena kasus kepemilikan ganja. Jaka menduga penghubung tersebut pernah satu penjara dengan tersangka. "Mereka berkomunikasi lewat telepon seluler," ungkapnya.

Kasi Intelijen Kejari Kota Tegal, Wimpi Wiwoho, mengakui bahwa kelengkapan berkas kasus NR telah diserahkan oleh BNNP Jateng. Setelah dilimpahkan ke Kejari Kota Tegal, sebutnya, berkas secepatnya dilimpahkan ke PN Kota Tegal agar kasus segera masuk persidangan. "Khusus residivis, biasanya hukuman yang dijatuhkan lebih dari lima tahun penjara," kata Wimpi.

Sebelumnya, Kepala BNNP Jateng, Brigjen Amrin Remico, menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, NR akan menyerahkan sabu kepada seseorang atas pesanan seorang DPO berinisial TN. NR mendapatkan sabu tersebut dari seorang berinisial AW dan mengambilnya di dekat Terminal Purwokerto.

Kasi Intelijen BNNP Jateng, Kompol Rahmadi, menyampaikan, sebelum menyalurkan barang haram, NR sudah menerima uang via transfer. Nominalnya, menurut pengakuan NR, sebesar Rp 5 juta. (tribunjateng/mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved