TribunJateng/

Ada Hotel Berkonsep Retro di Purwokerto

"Ini kota bisnis, bisnis transit, Purwokerto merupakan penopang ekonomi ketiga di Jawa Tengah. Walk in cukup tinggi," ujar Andhy

Ada Hotel Berkonsep Retro di Purwokerto
KOMPAS.com - AKHDI MARTIN PRATAMA
Receptionist Meotel Purwekerto ketika menyapa tamu, Rabu (17/8/2016). Hotel dengan konsep retro art, artistik dan gaya muda modern ini dikelola oleh Dafam Hotel Management. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Hotel dengan konsep retro art, artistik gaya muda dan modern kini hadir di Purwokerto, Jawa Tengah. Hotel tersebut bernama Meotel Purwokerto yang terletak di Jalan Dr. Soeparno Selatan Nomor 1, Arcawinangun.

Hotel yang dikelola oleh Dafam Hotel Management (DHM) ini akan memberikan alternatif bagi wisatawan maupun pebisnis nasional ataupun internasional yang berkunjung ke Purwokerto.

Pasalnya, menurut Managing Director DHM, Andhy Irawan, Purwokerto memiliki potensi besar baik dari sisi bisnis maupun potensi wisata. Hal ini bisa dilihat dari hampir semua bank-bank besar ada di kota tersebut.

"Ini kota bisnis, bisnis transit, Purwokerto merupakan penopang ekonomi ketiga di Jawa Tengah. Walk in cukup tinggi," ujar Andhy saat soft opening Meotel Purwokerto, Rabu (17/8/2016).

Selain dari segi bisnis, destinasi wisata di Purwekerto, menurut Andhy, juga menjadi magnet bagi wisatawan. Di kawasan Purwokerto terdapat tempat wisata seperti, Batu Raden, Telaga Sunyi dan Gunung Slamet yang menyuguhkan panorama alam yang indah.

Ia pun menuturkan dari segi transportasi, Purwokerto cukup strategis. Hal ini bisa dilihat dari Stasiun Purwokerto yang merupakan stasiun besar, sehingga semua kereta api tujuan Jawa pasti berhenti di stasiun tersebut.

"Di Purwokerto sendiri ada beberapa spot wisata seperti Batu Raden dan Gunung Slamet. Transportasinya juga mudah, Stasiun Purwokerto kan stasiun besar," ucapnya.

Sementara itu, Director of Business Development and Operations DHM, Handono menambahkan hotel ini mengusung konsep retro art, artistik gaya muda dan modern agar bisa menyasar konsumen di segala usia. Nantinya, para tamu bisa berfoto dengan latar interior yang artistik.

"Jadi segmentasinya bisa semua level, mulai dari teenager sampai yang senior. Nanti tamu bisa selfie dan share kepada rekan-rekannya, kekuatan pasar memang dari share kepada kerabat," kata Handono.

Hotel yang dibangun pada lahan seluas 6.000 meter persegi ini memiliki 114 kamar yang terdiri dari 74 smart room, 24 executive room, 14 family room serta dua unit junior suite room. Selain itu juga terdapat lima ruang rapat dan satu ballroom.

Meotel Purwokerto juga akan memanjakan para penikmat kuliner mulai dari menu tradisional, Asia hingga internasional. Nantinya juga akan ada "Incognito" Sky Lounge di mana tamu bisa menikmati makanan sambil melihat pemandangan indah Gunung Slamet dan gemerlap kota Purwokerto.

Selain itu, rencananya juga akan dibangun museum tiga dimensi, Spa dan kolam renang outdoor. Sehingga nantinya, Meotel Purwokerto ini akan dijadikan destinasi bagi pelancong yang singgah di Purwokerto.

"Ke depan juga akan ada banyak pengembangan fasilitas. Mulai dari kolam renang, massage dan museum 3 dimensi yang akan menjadikan Meotel dan Purwokerto sebagai destinasi," ujar Handono.

Meotel Purwokerto sendiri letaknya cukup strategis. Jika anda dari Stasiun Purwokerto hanya butuh waktu 10 menit untuk tiba di hotel ini. Sementara itu, untuk ke pusat kota dapat ditempuh selama 8 menit dan untuk ke tempat wisata Batu Raden, cukup memakan waktu 20 menit.

Dengan banyaknya fasilitas dan lokasi yang cukup strategis, Meotel Purwokerto menawarkan harga promosi sebesar Rp 388.000 per malam dan sudah termasuk sarapan pagi untuk dua orang. (Akhdi Martin Pratama)

Editor: rustam aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help