TribunJateng/

Ini Tips Menekan Biaya Pembelian Alat Pendakian Gunung

Lalu adakah cara untuk menekan bugdet pembelian peralatan pendakian tersebut agar tetap bisa mendaki gunung?

Ini Tips Menekan Biaya Pembelian Alat Pendakian Gunung
KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES
Pengunjung memadati Indonesia Outdoor Festival (Indofest) 2016, di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (6/4/2016). Pameran yang berlangsung hingga 10 April ini diramaikan oleh 150 stan, dengan 120 merek produk outdoor nasional maupun internasional yang berpartisipasi memberikan aneka promosi harga terbaiknya. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kegiatan mendaki gunung dianggap sebagai hobi yang memerlukan biaya yang besar seperti dari persiapan peralatan pendakian. Belum lagi biaya perjalanan untuk menuju kaki gunung.

KompasTravel melakukan survei di beberapa toko yang menjual peralatan pendakian seperti Eiger, Consina, dan Patagonia Outdoor. Hasilnya, harga peralatan pendakian minimal yang dibutuhkan berkisar dari Rp 2,3 juta hingga Rp 3,3 juta.

Peralatan pendakian minimal yang harus disiapkan tersebut seperti ransel, sepatu, celana trekking, baju trekking, jaket, sweater polar, headlamp, buff, senter, matras, sleeping bag, alat makan, tenda, kompor, dan alat memasak.

Lalu adakah cara untuk menekan bugdet pembelian peralatan pendakian tersebut agar tetap bisa mendaki gunung?

Marketing Promosi Consina, Tirta mengatakan, jika ingin menekan bugdet pembelian alat-alat pendakian harus dimulai dari kebutuhan. Selain itu, bergabung dengan komunitas atau teman-teman yang hobi mendaki gunung bisa menjadi alternatif.

"Temukan komunitasnya, teman-teman, jadi peralatan bisa di-sharing (dipinjam). Seperti yang penting seperti ransel bisa pinjam," jelas Tirta kepada KompasTravel, Kamis (1/9/2016).

Selain itu, alat-alat pendakian yang bersifat untuk kelompok seperti tenda dan alat-alat memasak bisa dibeli secara patungan. Hal itu akan mengurangi biaya untuk membeli alat-alat pendakian secara individu.

Pemilik Toko Patagonia Outdoor, Fandhi Achmad menyarankan untuk membeli alat-alat pendakian secara bertahap. Ia menyebutkan, untuk pendaki pemula yang ingin membeli alat-alat pendakian lebih baik memilih yang bersifat penting dan tak bisa meminjam kepada rekan seperti sepatu dan jaket.

"Untuk ranselnya nanti saat naik gunung berikutnya. Jadi gak terlalu berat, kalau beli berbarengan semua," jelas Fandhi yang juga akrab disapa Agi kepada KompasTravel.

Ia juga mengatakan, untuk menekan bujet pengeluaran pembelian alat-alat pendakian juga bisa dengan cara menyewa. Menurut Agi, terdapat banyak tempat yang menyediakan jasa penyewaan barang-barang seperti ransel, kompor, sleeping bag, dan peralatan lainnya.

"Bisa sewa kalau gak dapat pinjeman barang. Jadi bisa mengurangi budget sementara supaya gak terlalu berat," ujar Agi. (Wahyu Adityo Prodjo)

Editor: rustam aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help