Jemaah Haji 2016

AJAIB, Kasrin Si Tukang Becak Ini Naik Haji, Menghilang di Rembang Muncul di Mekah

AJAIB, Kasrin Si Tukang Becak Ini Naik Haji, Menghilang di Rembang Muncul di Mekah, pulang ke Rembang lagi lalu balik ke Mekah.

AJAIB, Kasrin Si Tukang Becak Ini Naik Haji, Menghilang di Rembang Muncul di Mekah
tribunjateng/ist
AJAIB, Kasrin Si Tukang Becak Ini Naik Haji, Menghilang di Rembang Muncul di Mekah. FOTO Jumiati, istri Kasrin, menunjukkan foto suaminya yang saat ini diketahui berada di Mekah untuk menunaikan ibadah haji, meski tidak pernah mendaftarkan diri secara resmi. (Koran Muria/Edy Sutriyono) 

TRIBUNJATENG.COM, REMBANG - Aneh tapi nyata. Seorang tukang becak bernama Kasrin bin Sumarto (60), warga Dukuh Gembul, Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang Jawa Tengah tiba-tiba berangkat naik haji. Dia berangkat haji tanpa pernah melalui pendaftaran.

Kisah ini begitu menghebohkan warga di sekitar kediamannya. Termasuk lokasi di mana dirinya sehari-hari menarik becak, yakni di wilayah Lasem, Rembang. Warga menduga Kasrin bisa berangkat haji karena dibantu makhluk lain.

Bahkan, hingga hari ini Kasrin masih berada di Mekah, bersama jutaan penduduk dunia ini, menunaikan ibadah haji. Sebagian warga di desanya tak percaya bahwa Kasrin naik haji dan kini masih di Mekkah.

Perangkat Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Siwoyo, mengaku dirinya ikut mengantar Kasrin berangkat haji. Tepatnya pada Selasa (23/8/2016) lalu. ”Saya memang heran. Selama ini tidak pernah terdengar kabar Kasrin hendak menunaikan ibadah haji. Kapan mendaftarnya juga tidak diketahui, termasuk juga tidak pernah ikut dalam manasik haji,” terangnya.

Malam itu Siwoyo bersama ratusan warga turut mengantarkan Kasrin ke Masjid Lasem, untuk bersama-sama jamaah calon haji lainnya, yang akan berangkat haji malam itu. ”Ada banyak orang yang mengantarkan, kok. Ada yang naik mobil seperti keluarganya, kemudian minibus, dan ada yang naik truk dump. Masih ada puluhan motor yang juga mengantarkan Kasrin ke Masjid Lasem, tempat berkumpulnya jamaah yang hendak berangkat haji,” tutur Siwoyo dikutip koran muria.

Siwoyo adalah tetangga satu RT dengan Kasrin. Dia sebagai perangkat desa mengaku tak pernah dimintai tolong untuk urus administrasi pendaftaran haji si Kasrin itu. ”Baik mulai dari desa maupun ke tingkat lainnya. Itu yang membuat heran kami. Karena kalau memang berangkat haji, biasanya kan mengurus surat-surat terlebih dahulu. Ini tidak ada sama sekali,” terangnya.

Meski dengan penuh rasa keheranan, namun para tetangga tersebut tetap mengantarkan Kasrin hingga ke Masjid Lasem. Di sinilah keanehan mulai terjadi. Kasrin diketahui tidak memakai seragam haji, layaknya calon-calon haji lainnya. Dia hanya pergi dengan membawa kemeja putih, celana hitam, peci, dan tas kecil saja. ”Pokoknya jauh dari gambaran orang yang mau haji,” katanya.

Serasa tak masuk akal. Kasri bisa begitu cepat sampai ke Mekah, mendahului rekan-rekan jamaah lainnya dalam satu 'kloter" kala itu. Kepala Desa (Kades) Kalitengah, Kecamatan Pancur, Ansori yang juga kerabat dari Kasrin, menuturkan malam itu, Selasa (23/8/2016) dirinyalah yang mengantarkan Kasrin ke Masjid Lasem.

”Berangkat dari rumah sekitar pukul 21.00 WIB. Waktu itu, menantunya yang mau mengantar. Namun karena ada halangan, tidak jadi. Akhirnya saya yang mengantar,” terangnya.

Sambil terus menahan rasa heran karena tidak percaya Kasrin yang masih pakdenya itu berangkat haji, Ansori terus mendampingi Kasrin hingga di Masjid Lasem. Bahkan tas kecil milik Kasrin, dibawa olehnya. ”Waktu menunggu keberangkatan rombongan, tiba-tiba perut saya mules. Saya lantas minta kerabat saya lainnya bernama Lutfi, untuk menunggu pakde. Hanya saja, saat bersama Lutfi itu, pakde bilang akan keluar masjid. Alasannya beli rokok. Waktu dibuntuti Lutfi, tiba-tiba saja Pakde Kasrin sudah tidak ada. Dia menghilang begitu saja,” paparnya.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help