Heboh Abang Becak Naik Haji

Sosok Bu Indi yang Memberangkatkan Kasrin Naik Haji Tak Ada di Desa Ngemplak

Sampai motor saya kehabisan bensin, saya tak menemukan rumah bu Indi. Orang-orang yang saya tanya di desa itu juga tak ada yang mengenal

Sosok Bu Indi yang Memberangkatkan Kasrin Naik Haji Tak Ada di Desa Ngemplak
TRIBUNJATENG/RIVAL ALMANAF
MISTERI Kasrin Tukang Becak Naik Haji Diberangkatkan Sosok Wanita misterius, Bu Indi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro Roziki

TRIBUNJATENG.COM, REMBANG - ‎Kabar Kasrin (59) --si abang becak yang biasa mangkal di depan Masjid Jami' Lasem-- naik haji tak hanya menghebohkan sanak saudaranya, tapi juga para tukang becak, yang mengais rezeki di sekitar Lasem.

Tak sedikit dari mereka yang semula menyangsikan kebenaran cerita tersebut, namun kini berbalik meyakini kebenarannya.

Hanya, di kalangan tukang becak, Kasrin dikenal sebagai sosok pria yang lugu dan tak neko-neko. "Orangnya itu lurus dan khusyuk, tekun beribadah dia," kata seorang tukang becak di sekitar pasar Lasem, Ngateman (45).

Diakuinya, semula banyak yang tak percaya bahwa Kasrin pergi menunaikan ibadah haji. "Awalnya memang teman-teman di sini banyak juga yang tak percaya, heboh juga. Sekarang rata-rata ya sudah percaya, mungkin itu keajaiban," ungkap dia.

Tukang becak lain, Jasmani (55), mengaku ia juga mendengar cerita soal sosok Indi, yang diklaim sebagai pelanggan dan sosok yang telah memberangkatkan Kasrin ke Tanah Suci. Berdasarkan cerita yang ia dengar, Indi adalah warga Desa Ngemplak, Kecamatan Lasem, yang telah menjadi pelanggan Kasrin selama 21 tahun.

"Ceritanya, rumah bu Indi itu berada persis di belakangan Balai Desa Ngemplak, bercat hijau. Tapi anehnya, saat dicari tak ada yang tahu," ujarnya.

Adik kandung Kasrin, yang sehari-hari juga mengais rezeki dengan menarik becak di sekitar pasar Lasem, Rasman (51), mengatakan lantaran penasaran ia pernah mengitari Desa Ngemplak menggunakan sepeda motor untuk mencari tahu sosok Indi. Ia pun sampai menyusuri gang-gang kecil di desa tersebut.

"Sampai motor saya kehabisan bensin, saya tak menemukan rumah bu Indi. Orang-orang yang saya tanya di desa itu juga tak ada yang mengenal sosok bu Indi," cerita anak ketiga dari lima bersaudara itu.

Disampaikan, menurut kakak sulungnya itu, Indi adalah anak dari pasangan Sutikno - Elsa. Indi disebut-sebut sebagai pelanggan setia Kasrin sejak puluhan tahun lalu.

"Kakak sulung saya itu memang pelanggannya dari adalah anak-anak sekolah, sementara saya kebanyakan pedagang di pasar, ngantar-nganta barang dan endok (telur, red)," ucapnya.

Pernah suatu ketika, sambung Rasma, ia bertemu dengan Kasrin di pasar Lasem. Kala itu ia menyapa dan sempat ngobrol sebentara dengan kakaknya, yang mengatakan ia pergi ke pasar membeli pisang ulin bersama bu Indi.

"Saya buntuti, tak tahunya sekitar jarak 10 meter kemudian ia hilang di tikungan, saya cari-cari sudah ndak ada. Aneh sekali memang," tutur dia.

Istri dari Rasman, Khumaidah (45), mengatakan beberapa hari jelang keberangkatan kakak iparnya itu sempat mengaku tak jadi berangkat ke tanah suci, lantaran takut menimbulkan kehebohan. "Sempat bilang gitu, tapi tahu-tahu akhirnya memang berangkat," ucapnya.

Bahkan, menurut dia, sekitar tiga hari setelah berangkat Kasrin sempat tiba-tiba pulang. Namun, ia kemudian disebut-sebut kembali menghilang ke tanah suci setelah menemui istri tercintanya, Jumiati (54). (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help