LICIK, Warga Dusun Setan Ini Gauli Tubuh Korban dan Bawa Kabur Motornya

LICIK, Warga Dusun Setan Ini Gauli Tubuh Korban dan Bawa Kabur Motornya

LICIK, Warga Dusun Setan Ini Gauli Tubuh Korban dan Bawa Kabur Motornya
TRIBUNJATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Kapolres Semarang, AKBP Vincentius Thirdy Hadmiarso memperlihatkan barang bukti satu unit sepeda motor yang dilarikan Abdul saat gelar perkara di Mapolres Semarang, Jumat (16/9/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pelaku penipuan atau penggelapan sepeda motor, Abdul Rahman memiliki cara unik dalam memuluskan aksinya. Ia mendekati perempuan yang dijadikan target pencurian, kemudian menjalin hubungan asmara.

"Saya berjanji akan menikahi ST. Untuk membuktikannya, kami pun sudah berhubungan intim di sebuah hotel," kata Abdul Rahman warga Dusun Setan Desa Candiretno, Secang, Magelang, saat gelar perkara di Mapolres Semarang, Jumat (16/8/2016).

Abdul pun mengaku sudah beristri. Belum lama ini, istrinya melahirkan bayi laki-laki, putera sulung Abdul. "Saya menipu untuk keperluan biaya persalinan istri saya. Sebelum melahirkan, banyak sekali biaya perawatan," imbuhnya.

Resah dan tak punya uang, Abdul pun berniat melakukan penipuan. Ia menjalin hubungan dengan ST, perempuan berusia 31 tahun, warga Sragen. "Kami sudah sebulan menjalin hubungan. Saya tertarik dengan sepeda motor ST. Kalau dijual laku tinggi," beber Abdul.

Bukannya ijab qabul, sepeda motor ST malah dibawa kabur oleh Abdul. Alasannya, untuk menjemput ibunda Abdul di Salatiga.

Kapolres Semarang, AKBP Vincentius Thirdy Hadmiarso mengungkapkan kronologi itu bermula saat Abdul dan ST pergi bersama di kawasan Pasar Kembangsari, Desa Karangduren, Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (26/7/2016) silam.

"Di pasar itu, ST diturunkan Abdul. Katanya, Abdul hendak meminjam sepeda motor ST untuk menjemput ibu Abdul di Salatiga. Setelah pergi, Abdul pun menghilang. Sepeda motor pun digadai di wilayah Magelang," kata Thirdy.

"Sepeda motor ST adalah Yamaha Vixion warna hitam tahun 2014. Nomor polisi AD 6911 AME," imbuh Thirdy.

Thirdy pun membeberkan Abdul merupakan buron sejumlah kasus penggelapan sepeda motor di Magelang. Selain itu, Abdul merupakan mantan narapidana penggelapan, dari rutan Cipinang, yang bebas awal tahun 2012 lalu.

"Abdul akan dijerat pasal 378 KUHP atau 372 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun," kata Thirdy. (*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help