Warga Ngeri Melintasi JPO di Jalan Sultan Agung dan Setiabudi yang sudah Rapuh

Warga Ngeri Melintasi JPO di Jalan Sultan Agung dan Setiabudi yang sudah Rapuh

Warga Ngeri Melintasi JPO di Jalan Sultan Agung dan Setiabudi yang sudah Rapuh
tribunjateng/galih permadi
Warga Ngeri Melintasi JPO di Jalan Sultan Agung dan Setiabudi yang sudah Rapuh 

Laporan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Setiabudi dekat SDN 2 Srondol Kulon memprihatinkan. Reklame besar terpasang di JPO itu. Namun kondisi tidak terawat.

Papan kayu untuk melintas banyak berlubang. Juga beberapa sudah dalam kondisi lapuk. Padahal JPO tersebut banyak dimanfaatkan para pelajar untuk menyeberang. JPO tersebut juga tidak memiliki atap penutup.

Tak hanya di Jalan Setiabudi, kondisi JPO di Jalan Sultan Agung Depan Hotel Grand Edge juga demikian. Papan kayu tidak tertata rapat banyak yang renggang. Juga beberapa kayu sudah lapuk.

Orang tua murid SDN 2 Srondol Kulon, Nur merasa khawatir dengan kondisi JPO yang tidak terawat. Ia khawatir dengan adanya reklame besar bisa roboh seperti yang terjadi di JPO Pasar Minggu Jakarta. "Mau menyeberang saja ngeri. Banyak berlubang. Khawatir kejeblos. Apalagi anak-anak sering lewat jembatan itu," ujarnya.

Nur berharap pemerintah segera memperbaiki JPO tersebut sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. "Harus segera diperbaiki. Ini juga sudah mulai musim hujan dan kadang angin kencang. Jangan sampai buat celaka penyeberang," ujarnya.

Hal sama disampaikan orang tua murid, Wulandari. Ia berharap pemerintah segera memperbaiki JPO dengan pondasi beton. " Segera diperbaiki agar tidak membahayakan penyeberang jalan. Lebih aman dan nyaman jika diganti dengan pondasi beton dan ada penutup atasnya,” ujarnya.

Terpisah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan JPO merupakan ranah Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang. Sejak tiga tahun lalu, ia meminta Dishubkominfo untuk memperbaiki JPO dengan rangka beton.

"Sudah ada beberapa titik diganti beton di antaranya Jalan Pemuda dan Pandanaran. Untuk mengantisipasi kejadian di Pasar Minggu saya sudah meminta Kadishub untuk mengevaluasi kondisi JPO di Kota Semarang," ujarnya.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, meminta bantuan warga untuk segera melaporkan jika ada JPO yang rusak. "Saya akan minta Dishub untuk mengecek JPO-JPO yang rusak seperti di Jalan Setiabudi untuk segera memperbaiki. Semua JPO merupakan aset Pemkot dan reklame yang melekat mereka bayar sewa. Tentu kami anggarkan untuk perbaikan JPO yang rusak," ujarnya. (*)

Penulis: galih permadi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved