Ngopi Pagi

Di Balik Kisah Kasrin

Kasrin, kembali mengusik nalar. Tak lain, karena, si tukang becak yang katanya “naik haji” secara ‘ghaib’ ini pada 25 September 2016 akan pulang.

Di Balik Kisah Kasrin
NET
Kepala Kemenag Rembang Tanggapi Keajaiban Kasrin Tukang Becak Berangkat Haji. AJAIB - Kasrin (tengah) yang kini disebut ikut menunaikan ibadah haji di Makkah. Namun hal ini membuat heboh warga karena dinilai sangat aneh, karena Kasrin tak pernah mendaftar haji atau mengurus administrasi untuk keperluan haji (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

TRIBUNJATENG.COM -- Kasrin, kembali mengusik nalar. Tak lain, karena, si tukang becak yang katanya “naik haji” secara ‘ghaib’ ini pada 25 September 2016 akan pulang. Nyatanya, bertepatan dengan tanggal itu dan hingga kini, tak memunculkan batang hidungnya di Rembang. Oleh pihak Kemenag Rembang, informasi keberadaan Kasrin di Makkah juga tak ditemukan.

Warga Dukuh Gembul, Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, itu konon merevisi kepulangannya menjadi tanggal 4 Oktober, bersamaan dengan kedatangan jamaah haji asal Rembang. Perubahan jadwal kepulangan ini tentu patut untuk ditelusuri lebih jauh, kenapa bisa berubah?

Kalau memang dia benar mengabarkan kepulangannya kepada anaknya yang bernama Rokhanah, maka perlu ditanya dia mengabarkannya lewat apa? Kalau lewat handphone, berapa nomor yang dia pakai.

Karena itu, butuh kejujuran pihak keluarga untuk bisa menyampaikannya kepada pihak terkait, dalam hal ini Kemenag Rembang, sehingga di masyarakat tidak memunculkan cerita yang menjurus pada khurafat dimana membahayakan akidah. Termasuk terkait sosok Bu Indi, orang yang katanya membiayai Kasrin "naik haji", harus diungkapkan secara jujur, apakah nyata atau sosok khayalan!

Ahli fikih Ibnul Mandzur dalam kitabnya Mu'jam Lisan al-'Arab fi al-Lughah, menyebut Khurafat itu berita yang dibumbuhi dengan kedustaan. Masyarakat menyebut ‘Beritanya khurafat’. Khurafat diartikan sebagai cerita-cerita yang mempesonakan yang dicampuradukkan dengan perkara dusta, atau semua cerita rekaan atau khayalan, ajaran-ajaran, pantangan, adat-istiadat, ramalan-ramalan, pemujaan atau kepercayaan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Atas sikap dusta ini, Allah berfirman dalam Alquran surat an-Nisa: 94: “Barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim.”

Ibadah haji bagi umat Islam adalah sesuatu yang sangat istimewa. Karena ini merupakan rukun Islam ke-5, yang tak semua orang bisa melaksanakan, kecuali atas hidayah Allah SWT. Nabi Muhammad SAW pun melaksanakan ibadah haji secara normal, artinya sesuai syariat Islam, tak ada “bumbu-bumbu” mistis.

Karena itu, patut disayangkan bila kemudian ibadah haji yang sakral “ditunggangi” dengan cerita-cerita macam Kasrin yang tak masuk akal dan bisa merusak akidah. Sebagai penganut ajaran Islam, tentu kita prihatin apabila hal itu ada yang meyakini benar terjadi.

Apalagi, bila itu terjadi di Kabupaten Rembang, yang mana sejumlah kiai tersohor tinggal di daerah Kota Garam. Sebut saja misalnya KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan KH Maimoen Zubair. Keduanya adalah tokoh Islam yang sangat dihormati dan disegani karena kesalehannya.

Karena itu, demi menjaga marwah Rembang yang banyak menelorkan kia-kiai besar, rasanya tak cukup hanya Kemenag yang turun tangan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat juga harus ikut turun tangan menyelidiki dan meluruskan cerita soal Kasrin "naik haji" secara "ghaib", apakah sebagai sebuah karangan belaka atau nyata adanya. Sebab, dikhawatirkan cerita ini berbau khurafat tadi.

Tindakan MUI dalam mengungkap cerita Kasrin jelas sangat ditunggu. Jangan sampai, kasus seperti Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang dipercayai oleh para "santrinya" mampu menggandakan uang, ternyata hanya bualan belaka.Tak lebih sekadar tipu-tipu. "Kesaktian" Dimas Kanjeng, ini juga berawal dari cerita-cerita yang tak masuk akal seperti halnya Kasrin.

Masyarakat Rembang jangan sampai terpesona oleh cerita-cerita yang berbau "klenik" sementara pada saat sama ada para kiai yang bisa ditanya! (*)

Penulis: rustam aji
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help