TribunJateng/

KASUS NARKOBA

Dewan Kesenian Semarang Tidak Mau Terseret Kasus Ki Joko Edan

Ketua Dekase, Mulyo Hadi Purnomo menyatakan, keterlibatan Ki Joko Edan dalam narkoba merupakan kondisi yang mengundang keprihatinan.

Dewan Kesenian Semarang Tidak Mau Terseret Kasus Ki Joko Edan
TRIBUNJATENG/MUH RADLIS
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menjawab pertanyaan wartawan terkait penangkapan Dalang Ki Joko Edan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Penangkapan dalang kondang asal Kota Semarang, Ki Joko Hadiwijoyo atau populer dengan sebutan Ki Joko Edan, dalam kasus narkoba mengundang keprihatinan Dewan Kesenian Daerah Semarang (Dekase).

Ketua Dekase, Mulyo Hadi Purnomo menyatakan, keterlibatan Ki Joko Edan, yang notabene pelaku kesenian, dalam narkoba merupakan kondisi yang mengundang keprihatinan.

Kendati demikian, kata dia, Dekase sebagai wadah para seniman tidak bisa menjangkau urusan yang bersifat pribadi, termasuk penggunaan narkoba di dalamnya.

"Yang kami kelola adalah kreativitas dan karya yang akan ditampilkan ke ranah publik. Di sisi lain, hubungan Dekase dan para seniman juga bukan atasan-bawahan, melainkan pendekatan pertemanan," terang Mulyo HP, demikian sapaan akrabnya, Jumat (30/9).

Sebelumnya diberitakan, petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng menangkap Ki Joko Edan di kediamannya, Pudakpayung, Banyumanik, Kota Semarang, 27 September silam. Saat ditangkap, Ki Joko Edan sendirian di dalam rumah dan sedang menggunakan sabu-sabu. Dari tangan mantan suami penyanyi campursari, Nurhana, itu polisi menyita sabu-sabu seberat 0,3 gram dan alat isap atau bong sebagai barang bukti.

Dalam kasus Ki Joko Edan, kata Mulyo, Dekase tidak mau ikut terseret-seret. "Karena, sekali lagi, persoalan pribadi seniman bukanlah ranah kerja Dekase. Kami tidak pernah tahu siapa seniman yang memakai (narkoba) atau tidak. Kami juga baru tahu (Ki Joko Edan mengonsumsi sabu-sabu--Red) setelah ada berita penangkapan," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, AKBP Cornelius Wisnu Aji mengatakan, saat ini pihaknya masih mengembangkan keterangan Ki Joko Edan. Hingga saat ini, kata dia, Ki Joko Edan masih mendekam di sel tahanan Mapolda Jateng untuk pengembangan penyelidikan kasus tersebut. (*)

Penulis: muh radlis
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help