Yosep Sebut Dua Oknum BC Sering Minta Jatah Mingguan dan Layanan Perempuan

Yosep Sebut Dua Oknum BC Sering Minta Jatah Mingguan dan Layanan Perempuan

Yosep Sebut Dua Oknum BC Sering Minta Jatah Mingguan dan Layanan Perempuan
ist
ILUSTRASI

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Kuasa hukum Sulaiman, warga Demak yang ditangkap Bea Cukai Semarang, Teodorus Yosep Parera telah mengadukan dugaan penculikan dan penangkapan yang tidak sah.
Sulaiman ditangkap penyidik Bea Cukai Semarang pada tanggal 5 September 2016 dan baru diterbitkan surat perintah penangkapan pada tanggal 6 September 2016 atau keesokan harinya.

Yosep mengatakan, awalnya kliennya diminta untuk menjadi informan Bea Cukai Semarang selama setahun lebih. "Klien saya diminta jadi informan dengan menjual rokok tanpa cukai. Itu disuruh oleh oknum Bea Cukai Semarang," kata Yosep, Rabu (12/10/2016).

Selama menjadi informan itu, Sulaiman selalu menyetorkan sejumlah uang secara rutin setiap minggu kepada dua orang oknum Bea Cukai Semarang berinisial H dan A.

Jumlah pun beragam, mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per minggu. Tak hanya menerima setoran mingguan, kedua oknum Bea Cukai Semarang itu juga meminta jatah yang lain. "Karaoke dan layanan perempuan. Itu seminggu kadang dua kali," katanya.

Yosep berharap agar penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng segera memintai keterangan kliennya yang saat ini telah ditahan di Lapas Kedungpane dan ditetapkan tersangka atas kasus penjualan rokok tanpa cukai oleh Bea Cukai Semarang.

"Kami meminta agar klien kami segera diperiksa, klien kami akan beberkan semuanya. Pengaduan ini akan berkembang ke dugaan korupsi dan penganiayaan oknum penyidik terhadap klien dan ibu klien kami. Ibu klien kami juga dianiaya penyidik Bea Cukai Semarang saat dilakukan penangkapan," katanya.

Menurut Yosep, kliennya ingin agar oknum Bea Cukai Semarang yang melakukan kesalahan penangkapan itu agar diproses. "Klien kami sadar bahwa yang dilakukan salah, tapi itu atas perintah orang orang Bea Cukai Semarang. Kami akan buka semuanya terang benderang agar tahu siapa sebenarnya yang salah," katanya. (*)

Penulis: muh radlis
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved