TribunJateng/

KASUS NARKOBA

PARAH, Sipir Nyambi Jadi Kurir Sabu, Staples Bungkusan Bubur Dijadikan Tanda

PARAH, Sipir Nyambi Jadi Kurir Sabu, Staples Bungkusan Bubur Dijadikan Tanda untuk selundupkan ke dalam Lapas.

PARAH, Sipir Nyambi Jadi Kurir Sabu, Staples Bungkusan Bubur Dijadikan Tanda
tribunjateng/muh radlis
GELAR PERKARA - BNNP Jateng mengungkap keberadaan sipir Lapas Kedungpane yang menjadi kurir narkoba ke dalam lapas, Senin (24/10). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menangkap Ari Dwi Ariyanto (52), oknum sipir Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I Kedungpane Semarang, yang menjadi kurir narkoba. Ari merupakan perantara yang akan menyelundupkan sabu-sabu ke dalam lapas.

Dalam upaya penyelundupan itu, sabu-sabu disamarkan ke dalam bubur kincau atau bubur sumsum. Namun, upaya ilegal Ari gagal setelah petugas BNNP meringkusnya di Jalan Dr Cipto, Jumat (21/10) pekan lalu.
Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo mengatakan, sipir tersebut telah memasukkan narkotika ke dalam Lapas Kedungpane sebanyak tiga kali. "Barang itu diserahkan ke seorang narapidana kasus narkotika bernama Catur Setiono," kata Tri, Senin (24/10).

Kalapas Kedungpane Taufiqurrakhman
Kalapas Kedungpane Taufiqurrakhman

Catur Setiono merupakan narapidana kasus narkotika yang dihukum empat tahun dua bulan penjara. Catur adalah warga Jalan Sendang Indah Barat II, Kelurahan Muktiharjo, Kota Semarang. "Sabu itu akan diedarkan di dalam Lapas Kedungpane," tambah Heru.

Menurut Tri, sabu-sabu itu didapatkan Ari dari seorang pria bernama Tatang alias Bagong, warga Asrama Sidodadi, Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara. Tatang dan Ari bertemu di sebuah warung soto di Jalan Dr Cipto. Tatang menyerahkan bubur sumsum yang berisi sabu seberat 30 gram kepada Ari.
"Kami sudah tangkap ketiganya (Ari, Tatang, dan Catur--Red)," kata Tri.

Dia menambahkan, tim BNN bersama Kanwil Kemenkumham Jateng juga telah menggeledah sel Catur dan menyita alat komunikasi, yang diduga untuk mengatur peredaran narkotika. Penelusuran BNN, Catur terpantau rutin mengedarkan sabu-sabu di wilayah Semarang dengan jumlah mencapai 200 gram per pekan.
"Ini hasil dari operasi bersama dengan Kemenkumham Jateng," kata Tri.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Kemenkumham Wilayah Jawa Tengah, Bambang Sumardiono, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menyebut penangkapan tersebut merupakan buah dari koordinasi antara kedua institusi, yakni BNN dan Kemenkumham Wilayah Jateng.
"Saya sudah dilapori (perihal penangkapan sipir LP Kedungpane--Red), namun secara rinci belum dapat laporannya," kata Bambang, seperti dikutip Antara, Jumat (21/10).

Berdasarkan koordinasi dengan BNN Jawa Tengah, kata Bambang, oknum sipir serta warga binaan tersebut telah diserahkan untuk pengembangan lebih lanjut. Bambang menegaskan, peringatan keras terhadap para pegawai lembaga pemasyarakatan agar menjauhi narkotika sudah terus disampaikan. "Sanksi tegas akan dijatuhkan terhadap pegawai yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkotika," katanya.

Kronologi

Tri mengungkapkan, penangkapan Ari bermula dari informasi yang diterima tim intelijen BNNP Jateng atas adanya transaksi sabu-sabu di Jalan Dr Cipto, Kota Semarang, 21 Oktober lalu. Tim lalu diterjunkan untuk menyelidiki.

Sekitar pukul 06.15, petugas mendapati mobil Toyota Avanza warna grey terparkir dalam kondisi mesin menyala di depan warung Soto Kwali. Tak berselang lama, seorang pria menggunakan sepeda motor Honda Astrea Grand menghampiri mobil itu. Pengemudi mobil turun dan menyerahkan tas berwarna pink kepada pengendara motor.

Tak ingin membuang kesempatan, petugas BNNP langsung menyergap keduanya. Dari hasil pemeriksaan, diketahui pengendara mobil itu bernama Tatang alias Gendon, warga Tanjungmas, sedangkan pengendara sepeda motor bernama Ari Dwi Ariyanto, sipir Lapas Kedungpane.

Tas warna pink itu lalu diperiksa dan ditemukan lima bungkus bubur kincau warna cokelat. Dalam salah satu dari lima bungkus bubur itu ditemukan plastik berisi sabu-sabu seberat 30 gram. "Ada tandanya, diberi staples tiga," kata Tri.

Di dalam mobil yang dikendarai Tatang itu, petugas BNNP juga menemukan satu paket sabu-sabu seberat satu gram dan timbangan digital. (tribunjateng/cetak/lyz/Ant)

Penulis: muh radlis
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help