TribunJateng/

KASUS NARKOBA

Rizal Besuk Tahanan Selundupkan Sabu-sabu dalam Nasi Kucing

Seorang pembesuk tahanan di Mapolrestabes berupaya menyelundupkan sabu-sabu dengan modus yang mirip kasus sipir Lapas Kedungpane jadi kurir narkoba.

Rizal Besuk Tahanan Selundupkan Sabu-sabu dalam Nasi Kucing
TRIBUNJATENG/MUH RADLIS
Polisi membongkar upaya Rizal (23), warga Tambakaji, Ngaliyan, Kota Semarang, yang berupaya menyelundupkan sabu-sabu ke sel tahanan Mapolrestabes. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Seorang pembesuk tahanan di Mapolrestabes berupaya menyelundupkan sabu-sabu dengan modus yang mirip kasus sipir Lapas Kedungpane jadi kurir narkoba. Jika dalam kasus sipir, sabu-sabu dimasukkan bubur sumsum, dalam kasus di Mapolrestabes narkoba disamarkan ke dalam bungkus nasi kucing.

Polisi membongkar upaya Rizal (23), warga Tambakaji, Ngaliyan, Kota Semarang, yang berupaya menyelundupkan sabu-sabu ke sel tahanan Mapolrestabes. Sedianya, sabu-sabu seberat 1,65 gram itu akan ditujukan kepada Rizki (21), yang menghuni sel Mapolrestabes lantaran kasus narkoba.

Malang baginya, polisi yang mencurigai Rizal kemudian memeriksa pemuda itu berikut barang bawaannya. Kecurigaan itu muncul karena Rizal besuk pada waktu yang tidak lazim, yakni malam hari. Aha, rupanya Rizal sengaja memilih waktu di luar jam besuk, demi mengirim narkoba ke sel Rizki.

Aksi nekat Rizal itu terjadi pada 15 Oktober 2016 lalu. Rizal mengaku, Rizki menelepon dan memintanya mengirim sabu-sabu ke tahanan Mapolrestabes. "Dia mendesak saya, saya sebenarnya takut tapi dipaksa," kata Rizal dalam gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (24/10).

Rizal menceritakan, saat itu Rizki memintanya untuk mengambil uang Rp 2 juta di tempat orangtua Rizki. Rizki lalu mengarahkan Rizal untuk mentransfer uang itu kepada nomor rekening yang telah diberikan Rizki.

Setelah uang terkirim, Rizki lalu memberikan alamat pengambilan dua gram sabu-sabu kepada Rizal. Sebagai imbalan, Rizal diperbolehkan mencicipi sebagian sabu-sabu tersebut. "Saya dikasih satu kali suntik (pakai--Red). Kemudian saya membeli nasi kucing dan memasukkan (sabu-sabu) ke dalamnya," katanya.
Dia mengaku sudah dua kali mengirim sabu-sabu ke sel Mapolrestabes. "Pada pengiriman pertama, sabu-sabu saya drag (tumbuk halus lalu diisap)," imbuh Rizal.

Sementara itu, Rizki mengaku, nekat meminta kiriman sabu-sabu karena kecanduan berat. Dari selundupan pertama, Rizki menggunakan sabu-sabu di dalam sel tahanan tanpa menggunakan bong atau alat isap.
Rizki mengatakan, dia meminta uang Rp 2 juta kepada orangtuanya dengan alasan untuk pengurusan pemindahan ke Lapas Kedungpane. "Tapi uang itu saya pakai untuk membeli sabu," katanya.

Saat ini, Rizal dan Rizki bersanding di dalam sel tahanan Mapolrestabes Semarang. "Kami jerat (keduanya) dengan pasal 111, 112, dan 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," ujar Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidik Hanafi. (Tribunjateng/cetak/lyz)

Penulis: muh radlis
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help