Ormas di Jateng Diharap Konsentrasi ke Profesi, daripada Nambah Kemacetan Jakarta

Ketua PWNU Jateng Prof Abu Hapsin, mengungkapkan, pihaknya sudah mengimbau pada seluruh warga nahdliyin untuk tidak berangkat ke Jakarta

Ormas di Jateng Diharap Konsentrasi ke Profesi, daripada Nambah Kemacetan Jakarta
EPA
FOTO Dokumen Oktober 2016, terkait demostrasi di Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Ketua PWNU Jateng Prof Abu Hapsin, mengungkapkan, pihaknya sudah mengimbau pada seluruh warga nahdliyin untuk tidak berangkat ke Jakarta untuk ikut aksi demonstrasi pada 4 November 2016.

Menurutnya, hal ini bukan karena tak sensitif pada bela agama, tapi kasus tersebut sedang berproses di kepolisian. Hal itu diungkapkannya saat hadir dalam Silaturahmi Polda Jateng dengan Organisasi Keagamaan, yang digelar di Gedung A kantor Gubernur Jateng, Rabu (2/11/2016).

"NU sudah tegas melakukan larangan pada warganya berangkat ke Jakarta. Kita konsentrasi saja membangun Jateng. Lebih baik konsentrasi dengan profesi kita masing-masing, dari pada ke Jakarta malah menambah kemacetan di sana," katanya.

Menurutnya, larangan tersebut sengaja diberikan untuk memberikan suasana tenang dan tak mengganggu masyarakat yang memiliki aktivitas urgent di Jakarta.

Pihaknya justru berharap, Kepolisian maupun TNI bisa memfasilitasi adanya kegiatan bersama-sama yang diikuti oleh semua elemen masyarakat untuk membangun kerukunan. Pertemuan bukan hanya kalangan elit saja.

"Kami harap dialog tak hanya dilakukan oleh elit saja tapi juga perlu turun bersama-sama melakukan kegiatan bersama warganya. Misalnya jalan sehat bersama, membawa bendera masing-masing agama dan kelompok, itu tentu akan sangat indah," ungkapnya.

Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko, yang hadir dalam pertemuan itu, juga mengajak semua ormas untuk tetap mengedepankan persaudaraan antar sesama anak bangsa. Bahkan untuk memastikan siapa saja yang hadir dalam pertemuan itu, Heru sempat presensi satu persatu Ormas dan nama pimpinannya.

"Saya ingin absen (presensi,red) satu persatu, supaya afdhol dan kenal lebih dekat pimpinan-pimpinan ormas di Jateng," ujarnya.

Adapun dalam pertemuan itu, dihadiri Kasdam IV Diponegoro, Sekretaris MUI Jateng, Ketua PW NU Jateng, Ketua PW Muhammadiyah Jateng, Ketua PW GP Ansor Jateng, Ketua PGI Jateng, dan pimpinan lainnya yakni HTI Jateng, LDII Jateng, Walubi Jateng, Panglima FPI Jateng, PW IPNU Jateng, dan lainnya.

"Satu penduduk negara ini ibarat keluarga. Kalau ada yang sakit, kan tidak mungkin minta bantuan tetangga tapi yang disambati mesti anggota keluarganya. Saya harap, kita semua seperti keluarga," pintanya.(*)

Penulis: m nur huda
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved